Breaking News:

Medan Terjal Jadi Kendala Pencarian Korban Longsor di Desa Sugihen Karo

Satu lagi korban longsor di Desa Sugihen, Kabupaten Karo belum juga ditemukan hingga saat ini, Petugas terkendala medan yang terjal

Penulis: Muhammad Nasrul | Editor: Array A Argus
HO
Tim gabungan berhasil mengevakuasi korban longsor di Desa Sugihen, Kecamatan Dolat Rayat, Kabupaten Karo, Senin (27/9/2021). (TRIBUN MEDAN/HO) 

TRIBUN-MEDAN.COM,KARO - Tim gabungan masih terus melakukan pencarian pekerja proyek, yang menjadi korban bencana tanah longsor di Desa Sugihen, Kecamatan Dolat Rayat, Kabupaten Karo, Senin (27/9/2021).

Di lokasi, terlihat tim gabungan dari Basarnas Medan, SAR Sabhara Polda Sumut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karo, Pemadam Kebakaran Kabupaten Karo, serta personel Polres Tanahkaro dan Kodim 0205/TK, masih bersiaga di lokasi kejadian.

Berdasarkan keterangan dari Komandan Regu (Danru) tim evakuasi Basarnas Medan Ardika, pada proses pencarian ini pihaknya menerjunkan tujuh personel, dibantu tujuh petugas lainnya dari Sabhara Polda Sumut.

Baca juga: Empat dari Lima Korban Longsor di Desa Sugihen Karo Ditemukan, Satu Lagi Masih Hilang

"Pencarian ini dilakukan oleh tim gabungan, kalau dari Basarnas ada tujuh personel yang terjun. Kita juga bergabung dengan personel lainnya," ujar Ardika.

Ketika ditanya perihal kendala yang dialami, dijelaskan Ardika jika pada proses evakuasi ini pihaknya mendapatkan lokasi yang terjal.

Sehingga, dengan kondisi ini membuat pencarian yang dilakukan oleh personel sedikit terkendala.

Selain itu, pihaknya melihat kondisi material longsoran yang berada di bawah jurang cukup tebal.

Tak hanya itu, titik lokasi korban terlahir kali juga belum diketahui secara pasti dan lokasi longsoran yang cukup luas, sehingga proses pencarian memakan waktu yang cukup lama.

Baca juga: UPDATE Longsor di Karo Hari Ini, 1 Pekerja Meninggal, 17 Kecamatan Berpotensi Bahaya Bencana Longsor

"Dari saksi yang ditanya, posisinya itu enggak satu titik. Ada yang menginfokan di sudut sini dan sudut sana. Sehingga, kita melakukan pencarian di titik yang sebelumnya ditemukan korban," katanya.

Untuk proses pencariannya, sampai saat ini dijelaskan Ardika jika mereka masih melakukan dengan teknik manual dengan menggunakan cangkul dan alat lainnya.

Agar memudahkan proses pencarian korban, pihaknya meminta kepada BPBD agar menyediakan unit Damkar untuk membantu proses evakuasi.

"Makanya tadi kita minta Damkar, supaya tanahnya disiram air agar cepat turun sehingga pencarian lebih mudah," ucapnya.

Berdasarkan pengamatan yang ada, tebing yang longsor ini memiliki kedalaman sejauh kurang lebih 30 hingga 50 meter. Untuk korban terakhir yang ditemukan, terlihat tertimbun material longsor sedalam satu meter. (cr4/tribun-medan.com) 

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved