Breaking News:

Cemburu Buta Berujung Maut

Syahbila Nur Rohima, Korban Penyiraman Air Keras Sempat Minta Ini pada Ibunya

Nani Minarni, ibu korban penyiraman air keras menceritakan detik-detik terakhir anaknya sebelum meninggal dunia

Penulis: Fredy Santoso | Editor: Array A Argus
TRIBUN MEDAN/FREDY SANTOSO
Nani Minarni (51), ibu dari korban meninggal dunia akibat disiriam air keras, Senin (27/9/2021). 

TRIBUN-MEDAN.COM,MEDAN - Nani Minarni (51) warga Jalan Sejati, Gang Imam, merasa terpukul kehilangan putri kesayangannya Syahbila Nur Rohima (15).

Sambil berkaca-kaca, ia tak menyangka anak gadisnya tewas dalam kondisi memilukan.

Tubuhnya mengalami luka bakar akibat disiriam air keras oleh pelaku bernama Putra Nakula (26) yang merupakan tetangganya sendiri. 

Saat kejadian, pelaku bersandiwara membawa Syahbila Nur Rohima pulang ke rumah. 

Baca juga: Pengakuan Pelaku Penyiram Air Keras Remaja Putri di Medan, Tersangka: Dia Duain Saya

Saat itu ia mengatakan kalau mereka diserang oleh orang tak dikenal menggunakan air keras ketika berkendara.

Sementara itu anaknya menjerit-jerit kepanasan.

Ia meronta-ronta meminta pertolongan dan minta dipeluk oleh ibunya.

Bahkan saat itu ia pun hanya mau berdua dengan ibunya tanpa ada orang lain.

"Ya Allah, ya Tuhan ku, pas pergi segar, pas pulang itu teriak panas, panas. Mamak mana. Mak peluk aku, mak peluk. Tetapi dia enggak mau bilang," kata Nani Minarni, Senin (27/9/2021).

Baca juga: KELUARGA Korban Penyiraman Air Keras Sempat Tak Ingin Buat Laporan ke Polisi

Syahbila Nur Rohima merupakan anak ragil dari dari tiga bersaudara.

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved