Breaking News:

Tim SAR Kembali Temukan Korban Longsor di Karo

Humas Kantor SAR Medan, Sariman Sitorus mengatakan dari lima orang korban tanah longsor di Desa Sugihen Karo.

TRIBUN MEDAN/IST
Petugas gabungan melakukan evakuasi pencarian korban longsor, Senin (27/9/2021). 

TRIBUN-MEDAN.COM, KARO - Tim SAR dibantu petugas gabungan dan warga kembali berhasil temukan korban longsor di Desa Sugihen, Kecamatan Dolat Rayat, Kabupaten Karo.

Dari lima korban yang menjadi korban, petugas berhasil temukan empat orang. Di mana satu korban luka-luka, sedangkan tiga lainnya ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.

Hingga kini, petugas masih melakukan evakuasi longsor dan mencari satu orang lainnya.

Humas Kantor SAR Medan, Sariman Sitorus mengatakan dari lima orang korban tanah longsor di Desa Sugihen Karo.

Tim SAR gabungan sudah menemukan tiga orang dalam keadaan meninggal dunia dan satu selamat. "Sejauh ini sudah empat orang ditemukan tinggal satu orang lainnya," ujarnya, Senin (27/9/2021).

Sariman menuturkan bahwa korban yang terakhir ditemukan adalah Reza (19) warga Tanah Seribu Kota Binjai.  "Jasad korban tadi langsung kita evakuasi," terangnya. 

Terkait proses evakuasi, Sariman menambahkan, saat ini tim SAR gabungan masih terus melakukan pencarian terhadap seorang korban lainnya. 

"Petugas masih melakukan pencarian terhadap korban lainnya," tambahnya. 

Seperti yang diberitakan sebelumnya, peristiwa tanah longsor tersebut terjadi di Desa Sugihen, Kecamatan Dolat Rayat, Kabupaten Karo, Minggu (26/9/2021) sekitar pukul 15.08 WIB.

Di mana para korban merupakan pekerja  dari pihak Dinas PU Pemkab Karo untuk perbaikan penahan tebing jalan dan saluran pembuangan air dari desa. 

"Di mana, sebelumnya memang lokasi tersebut sudah pernah terjadi longsor," kata Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karo, Juspri Nadeak, Minggu (26/7/2021) malam. 

Objek longsoran yang terjadi secara tiba-tiba telah mengakibatkan lima orang pekerja tertimbun dan saat longsoran tanah cuaca di lokasi tidak terjadi hujan.

"Diduga kontur tanah labil dan tidak padat serta tidak ada penahan alam yaitu pepohonan maupun ilalang dan semak belukar," pungkas Juspri.

(mft/TRIBUN-MEDAN.COM)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved