Jual Nama Pegawai Kantor Gubernur, Pria Ngaku-ngaku Wartawan Bawa Kabur Motor Warga

Seorang lelaki yang mengaku-ngaku wartawan menggelapkan motor warga dengan modus bisa masukkan kerja ke kantor Gubernur Sumut

Tayang:
Editor: Array A Argus
HO
Korban sedang mendatangi Polsek Medan Baru untuk membuat laporan pengaduan, Selasa (28/9/2021). TRIBUNMEDAN/ALFIANSYAH 

TRIBUN-MEDAN.COM,MEDAN - Rudiyono, warga Jalan Pasar III, Kecamatan Medan Perjuangan dilaporkan ke Polsek Medan Baru.

Pasalnya, lelaki yang mengaku-ngaku sebagai wartawan ini menggelapkan motor warga bernama Putri Sri Aryasli (35) warga Desa Rengas Pulau, Kecamatan Medan Marelan.

Adapun modusnya, pelaku menawarkan pekerjaan pada korban.

Rudiyono mengklaim dirinya kenal dekat dengan pegawai di satu Biro Pemprov Sumut bernama Rizal. 

Baca juga: Awal Mula Terbongkarnya Kasus Putri Nia Daniaty yang Diduga Jadi Calo Penipuan Penerimaan CPNS

"Dia teman adik saya. Jadi dia menyuruh saya menyiapkan berkas lamaran," kata korban di Polsek Medan Baru, Selasa (28/9/2021). 

Saat itu, pelaku meminta korban datang ke kantor Gubernur Sumatera.

Pelaku menjanjikan akan membawa berkas lamaran korban ke satu biro di Pemprov Sumut. 

"Kata pelaku, nanti jumpa di dekat kantor Gubernur itu," terang korban.

Singkat cerita, setelah sampai di lokasi yang dijanjikan, pelaku menyuruh korban mengambil STNK motor, dan memfotokopinya.

Korban pun sempat pulang ke rumah mengambil STNK, sebagaimana yang diminta pelaku.

Baca juga: Artis Nia Daniaty Kena Getahnya, Terseret Kasus Penipuan CPNS Anak & Menantu, Rumahnya Digembok

Saat bertemu kedua kalinya, pelaku terlihat menghubungi seseorang.

Katanya, orang yang dihubungi itu bernama Rizal, pegawai di Biro Pemprov Sumut yang akan menerima surat lamaran korban.

"Waktu itu alasan pelaku bapak tersebut sedang berada di luar. Dia mengatakan bapak itu minta air mineral dan obat sakit kepala," katanya.

Selanjutnya, pelaku pun meminjam motor korban dengan alasan ingin membeli air mineral dan obat dimaksud.

Baca juga: Putri Nia Daniaty Dilaporkan Atas Kasus Penipuan Terhadap 225 Orang hingga Gondol Uang Rp 9,7 Miliar

Korban yang percaya kemudian menyerahkan motornya. 

Setelah motor diberikan, pelaku pun tidak kembali lagi.

"Saya tunggu sampai sore, enggak pulang dia sampai hari ini. Saya telepon enggak juga diangkat. HP nya kemudian mati," kata korban berharap pelaku ditangkap.(cr11/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved