Breaking News:

Membenahi Pendidikan Berarti Merdeka

Good education good nation, demikian para pemikir merumuskan tentang betapa pentingnya pendidikan dalam sebuah negara.

Editor: Ismail
google.com
Ilustrasi 

TRIBUN-MEDAN.COM - Good education good nation, demikian para pemikir merumuskan tentang betapa pentingnya pendidikan dalam sebuah negara. Betapa pendidikan memegang peranan penting dalam kehidupan bangsa manusia di permukaan bumi mana saja.

Memang tak dapat dipungkiri ada masa-masa tertentu, pendidikan tersubordinasi di dalam kehidupan perpolitikan satu negara. Ini sudah kita rasakan pada era Orde Lama, bahkan sampai masa Orde Baru pendidikan di Indonesia masih belum sebagaimana yang kita harapkan. Orde berikutnya Nadiem Makarim.

Diakui memang banyak yang telah dicapai di dalam pembangunan selama Orde Baru. Dari salah satu bangsa yang termiskin di dunia menjadi bangsa di dalam kelompok bangsa-bangsa yang berpendapatan menengah. Namun demikian, perkembangan yang pesat dilihat dari segi pendapatan per kapita telah mengorbankan hak asasi manusia dan kemerdekaan individu. Lalu bagaimana pula setelah Nadiem Makarim meluncurkan Link and Mach?

Pada masa ini praksis pendidikan kita tidak lagi diarahkan kepada peningkatan kualitas. Dengan sendirinya pendidikan tidak mempunyai daya saing global sebagaimana yang dilaporkan dalam berbagai laporan internasional. Akuntabilitas pendidikan sangat rendah meskipun diterapkan apa yang disebut prinsip “link and match”. Akuntabilitas pendidikan pada masa ini ditentukan oleh penguasa bukan oleh konsumen.

Masyarakat semakin lama semakin jauh terlempar dari kebudayaan dan telah merupakan hasil karya birokrasi. Selanjutnya peranan keluarga dan masyarakat terlepas dari praksis pendidikan. Akhirnya krisis yang berkepanjangan–diawali krisis ekonomi–adalah juga krisis dunia pendidikan kita.

Justru itu, saatnyalah kini paradigma baru pendidikan diterapkan sehinggga “link and match” yang dikonsepkan benar-benar mengejawantah dalam kehidupan keseharian. Dengan demikian peran pendidikan dalam menciptakan manusia yang siap pakai tidak hanya ada di atas kertas saja.

Siap Pakai

Pertanyaannya apakah ‘manusia yang siap pakai itu’? Banyak rumusan sudah dibuat oleh para pakar. Pada kesempatan ini mari kita menyamakan persepi tentang ‘manusia yang siap pakai tersebut’.

Menurut penulis, manusia siap pakai adalah manusia yang berkompetensi di bidangnya sesuai dengan jenjang dan spesialisasi pendidikan yang dimilikinya. Contoh kecil, tamatan SD (sekolah dasar) dapat dikatakan berkompetensi bila ia bisa membaca, menulis, berhitung dan memiliki sopan santun sesuai ajaran agama dan keyakinan yang dianutnya. Begitulah seterusnya hingga perguruan tinggi.

Menyahuti akan pentingnya paradigma baru pendidikan itu, pemerintah melalui Departemen Pendidikan Nasional. Pemberhasilan penerapannya ada di tangan guru, meskipun stakeholders pendidikan tak dapat diabaikan, bahkan harus bersinergi dengannya.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved