Breaking News:

Miris, Sejumlah Ruas Jalan di Kabupaten Toba Nyaris Putus, Petani Kesulitan Angkut Hasil Bumi

Sejumlah ruas jalan di Kabupaten Toba, seperti halnya di Desa Cinta Damai nyaris putus dan butuh perhatian dari pemerintah

Penulis: Maurits Pardosi | Editor: Array A Argus
TRIBUN MEDAN/MAURITS PARDOSI
Kondisi jalan di Desa Napitupulu longsor, masyarakat pun kesulitan melintas, Selasa (28/9/2021). Selain di Desa Napitupulu, Kecamatan Silaen, Kabupaten Toba, ada beberapa titik yang mengalami kerusakan yang sama.(TRIBUN MEDAN/MAURITS PARDOSI) 

TRIBUN-MEDAN.COM,TOBA – Sejumlah ruas jalan provinsi nyaris putus akibat longsor setelah hujan deras beberapa pekan terakhir.

Seperti halnya di Desa Cinta Damai, Kecamatan Nassau, Kabupaten Toba.

Gegara jalan nyaris putus, petani di desa tersebut kesulitan mengangkut dan mengirim hasil bumi. 

“Kami tak bisa lagi mengantarkan hasil pertanian dari desa ke kawasan Hasang ini, sudah hampir sebulan. Makanya, sawit kami sudah busuk dan kami pun enggak tahu lagi gimana caranya mengantarkan hasil tanaman kami,” kata Kepala Desa Cinta Damai, Purba Nababan, Selasa (28/9/2021).

Baca juga: Jalan Rusak di Kabupaten Sergai Sebabkan Truk Pengangkut Padi Terguling

Dia mengatakan, jalan provinsi yang nyaris putus tersebut ada di beberapa titik, yakni di Desa Napitupulu, Kecamatan Silaen, Desa Buluduri dan Kelurahan Parsoburan Barat di Kecamatan Habinsaran, dan Desa Nassau di Kecamatan Nassau.

Keempat titik ini merupakan jalan utama penghubung sejumlah kecamatan di Kabupaten Toba hingga ke perbatasan Kabupaten Labuhanbatu.

Purba mengatakan, adapun yang menyebabkan jalan di desanya rusak lantaran kerap dilintasi kendaraan bertonase berat. 

Secara umum, jalan provinsi yang terletak di tiga kecamatan, Habinsaran, Nassau, dan Borbor berbatasan langsung dengan jurang yang relatif dalam.

Jalan tersebut pada umumnya mengikuti kontur pegunungan atau berada di pinggir tebing, sehingga relatif mudah longsor.

Baca juga: Anggaran Perbaikan Jalan Naik Rp 1 Triliun, Bobby Nasution Pastikan Tidak Ada Lagi Jalan Rusak

Selain itu, jalan tersebut sebagian tidak memiliki drainase yang terbilang bagus.

Dengan demikian, air langsung meluap ke jalan manakala hujan terjadi.

“Selama beberapa pekan ini memang hujan, namun yang paling parah itu adalah banyaknya truk dengan kapasitas berlebih melintas yang membuat bahu jalan tidak mampu menahan beban itu dan akhirnya longsor,” sambungnya.

Ia juga mengisahkan, bahwa masyarakat Desa Cinta Damai harus bermalam di beberapa titik jalan provisi yang rusak saat mengantarkan hasil tani mereka.

Baca juga: Jalan Rusak di Langkat Timbulkan Korban Jiwa, Pemerintah Janji Bulan Oktober Dilakukan Perbaikan

Dengan demikian, pihaknya harus memakan waktu hampir sepekan untuk mengantarkan hasil tani dari Desa Cinta Damai ke Puloraja, Asahan.

“Kini, hasil tani kita kebanyakan busuk. Kita enggak tahu mau berbuat apalagi dalam kondisi ini. kita harus jauh mengantarkan hasil tani, kita juga kesulitan karena harus melewati jalan yang nyaris putus,” pungkasnya. (cr3/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved