Breaking News:

Terdakwa Korupsi Akui Akali Uang Penanganan Covid-19, Sofiah: Biar Cepat Cair

Terdakwa korupsi dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) buka-bukaan soal uang penanganan Covid-19 yang dikorupsi dan digelapkan

TRIBUN MEDAN/GITA NADIA PUTRI TARIGAN
Sidang perkara dugaan korupsi dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK), dengan terdakwa Kepala Pusat Kesehatan Masyarakat (Kapuskesmas) Sadabuan, Padangsidimpuan, Filda Susanti Holilah (39) dan Pengelola Keuangan BOK Sofiah Mahdalena Lubis terus bergulir di Pengadilan Tipikor Medan, Selasa (28/9/2021).(TRIBUN MEDAN/GITA NADIA PUTRI TARIGAN) 

TRIBUN-MEDAN.COM,MEDAN- Sidang perkara dugaan korupsi dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK), dengan terdakwa Kepala Pusat Kesehatan Masyarakat (Kapuskesmas) Sadabuan, Padangsidimpuan, Filda Susanti Holilah (39) dan Pengelola Keuangan BOK Sofiah Mahdalena Lubis terus bergulir di Pengadilan Tipikor Medan, Selasa (28/9/2021).

Dalam sidang dengan agenda pemeriksaan terdakwa itu, Sofiah mengaku kalau ia tahu adanya pemotongan uang kegiatan Surveilans Pencegahan dan Penanganan Covid-19 di puskesmas Sadabuan.

"Dalam laporan tetap dibuat Rp 85 ribu, tapi yang diterima Rp 60 ribu. Waktu itu mereka (Tenaga Kesehatan) enggak ada yang protes," katanya.

Baca juga: Jaksa Beberkan Cara Mantan Bendahara Puskesmas Glugur Darat Korupsikan Uang JKN Rp 2 Miliar Lebih

Saat dicecar Hakim Ketua Saut Maruli Tua Pasaribu mengapa terdakwa tidak menanyakan kepada Kapuskesmas terkait pemotongan uang tersebut, terdakwa mengaku segan.

"Boleh menolak sebenarnya, tapi karena saya rasa itu perintah atasan yang harus saya laksanakan Yang Mulia," bebernya.

Lantas, Hakim Ketua kembali menanyakan berapa uang yang diterima terdakwa terkait perkara ini.  

Sontak saja terdakwa Sofiah menjawab Rp 15 juta, namun pernyataan tersebut kata Hakim berbeda dengan yang disebutkannya di Berita Acara Pemeriksaan (BAP) di Kejaksaan.

"Di BAP kamu ini Rp 8 juta, coba kamu jujur," kata Hakim.

Baca juga: Ambil Sumpah Janji dan Lantik Direksi PUD, Wali Kota Medan Minta Hindari Korupsi

Lantas tiba-tiba terdakwa mengatakan ia menerima uang Rp 8 juta yang diberikan oleh terdakwa Filda. 

"Oleh ibu Filda dikasih Rp 8 juta itulah semua. Yang Rp 25 ribu dipotong uang transpot nakes, saya enggak tau kemana," ucapnya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved