Breaking News:

Bank Sumut Serahkan 26 SKK Kredit Bermasalah Kepada Kejati

Sebanyak 26 SKK tersebut diserahkan oleh Bank Sumut kepada Kejati sebagai bentuk komitmen dan kerjasama penanganan kredit bermasalah di Bank Sumut.

TRIBUN MEDAN/GITA 
Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Utara (Sumut)  

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Sebagai tindak lanjut Pelaksanaan Rakor Lintas Instansi bersama Komisi Pemberantasan Korupsi(KPK), PT.Bank Sumut kemudian menyerahkan Surat Kuasa Khusus (SKK) kepada Kejaksaan Tinggi Sumut. 

Penyerahan SKK tersebut dalam kunjungan silaturahim Direktur Utama Bank Sumut Rahmat Fadillah Pohan didampingi Sekretaris Perusahaan Syahdan Ridwan Siregar serta Pimpinan Bidang Hukum Muhsin Adlin. 

Kunjungan tersebut diterima langsung oleh Asdatun Kejati Sumut Dr Prima Idwan Mariza. 

Baca juga: P-APBD Simalungun 2021 Rampung, Pendapatan Dikurangi Rp 35,6 M, Belanja Tambah Rp 50,1 M

Adapun sebanyak 26 SKK mengenai kredit bermasalah dari Debitur Bank Sumut dengan nilai kredit Rp 192 miliar. 

Sebanyak 26 SKK tersebut diserahkan oleh Bank Sumut kepada Kejati sebagai bentuk komitmen dan kerjasama penanganan kredit bermasalah di Bank Sumut.

Pemberian SKK tersebut merupakan bentuk kerjasama Bank Sumut untuk memberikan kuasa kepada kejaksaan untuk membantu percepatan penanganan kredit bermasalah di Bank Sumut.

Direktur Utama Bank Sumut Rahmat Fadillah Pohan menyampaikan, Bank Sumut sudah berkomitmen untuk memperkuat pencegahan korupsi dan menindaklanjuti khususnya kredit bermasalah yang terjadi saat ini.

"Nantinya penanganan kredit bermasalah dan pencegahan korupsi ini juga akan dilaksanakan di seluruh Kantor Cabang Bank Sumut bekerjasama dengan Kejaksaan Negeri di masing-masing daerah wilayah kerja, " tuturnya, Rabu (29/9/2021). 

Melalui SKK tersebut, Bank Sumut berharap penanganan kredit bermasalah dapat lebih optimal dengan dukungan dari Kejatisu. 

Sebelumnya, pada pelaksanaan rakor tersebut Rahmat melaporkan beberapa upaya yang telah dilakukan sesuai dengan rekomendasi KPK terdahulu untuk menangani kredit bermasalah. 

Baca juga: Wushu Sumut Optimis Bisa Berprestasi di PON Papua 2021

Diantaranya pakta integritas yang telah dilakukan untuk seluruh karyawan dan mitra Bank Sumut, pembentukan task force untuk percepatan pemulihan kredit bermasalah, dan pemulihan aset.

Pada kesempatan itu juga, Asdatun Kejati Sumut menyampaikan Kejatisu dalam hal ini Asdatun siap mendukung Bank Sumut untuk percepatan penyelesaian kredit bermasalah sejalan dengan fungsi Bidang Datun sebagai jaksa pengacara Negara. 

Asdatun juga memberikan sebuah buku yang berjudul Penulusuran Aliran Uang, Konsep Pengembalian Kerugian Keuangan Dalam Kasus Korupsi dan Pencucian Uang yang dimana penulis dari buku tersebut adalah Asdatun Kejati Sumut Dr. Prima Idwan Mariza, SH, M.Hum.

(Cr9/Tribun-Medan.com) 
 

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved