Breaking News:

Dosen USU Ini Merasa Bersyukur Bobby Nasution Buat Program Pengelolaan Sampah di Kota Medan

Dosen Antropologi Universitas Sumatera Utara (USU) Dr, Drs Fikarwin Zuska mengaku bersyukur Wali Kota Medan, Bobby Nasution

Editor: jefrisusetio
Dok. Humas Pemko Medan
Wali Kota Medan, Bobby Nasution langsung fokus terhadap penanganan masalah kebersihan dan menjadikannya sebagai salah satu program prioritas utama yang harus dituntaskan. 

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Dosen Antropologi Universitas Sumatera Utara (USU) Dr, Drs Fikarwin Zuska mengaku bersyukur Wali Kota Medan, Bobby Nasution membuat program pengelolaan sampah di Kota Medan

“Kita sangat bersyukur karena masalah sampah ini merupakan masalah kronis yang mendapat perhatian lebih oleh Wali Kota,” ungkap Fikarwin yang juga seorang antropolog tersohor di Sumatera Utara. 

Ia mengatakan,  nyaris semua parit, sungai hingga laut dicemari oleh sampah, terutama sampah plastik. Begitu juga, jalan dan lahan-lahan kerap menjadi tempat banyaknya sampah yang berserakan. Bahkan, TPS juga semuanya dipenuhi dan mengeluarkan bau karena lama tak diangkut.

“Inilah gambaran umum persampahan di kota kita. Orang buang sampah sembarangan tidak pernah kena sanksi. Edukasi dan literasi tentang sampah nyaris tidak pernah dilakukan. Produser barang tak ramah lingkungan, bebas berbuat tanpa pengendalian sehingga kemasan barangnya dan juga produknya sendiri menjadi sampah yg tak bisa didaur ulang,”, sesalnya.

Oleh sebab itu, Fikarwin pun sangat mengapresiasi  karena ada pimpinan daerah yang berinisiatif dan berinovasi menanggulangi sampah. Terlebih, bila upaya tersebut berjalan secara spartan dan berkesinambungan.

Ditambah lagi, pelimpahan kewenangan ke kecamatan juga menjadi solusi bila diikuti dengan camat dan jajarannya yang mau bekerja.

“Bekerja dimaksud ialah mau masuk ke gang-gang melihat dan mengadakan ‘pasukan’ untuk mengangkut dan juga memantau kelakuan warga yang buang sampah sembarangan. Jika ini tidak dilakukan maka business as usual. Paling-paling kebersihan hanya di bagian-bagian ‘permukaan’ yang mudah tampak oleh atasan. Apalagi, kita tahu budaya asal bapak senang di birokrasi masih sangat kental. Demikianlah bila atasan dalam hal ini Wali Kota mau inspeksi ke seluruh kecamatan dan kelurahan secara lebih sering, maka para bawahan tersebut akan bekerja lebih keras menangani sampah di wilayahnya,” ungkapnya. 

Sebelumnya, Wali Kota Medan, Bobby Nasution telah meluncurkan sejumlah program kerja untuk menjadikan Kota Medan yang lebih bersih, indah dan rapi serta tertata sehingga masyarakat merasa lebih tenang dan nyaman. 

Ia juga sudah mengintruksikan Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Medan untuk bertanggungjawab sesuai kewenangan dan porsi tugasnya. 

Di samping memperkuat keberadaan bank sampah, tempat pembuangan sampah (TPS) berbasis 3R (Reduse, Reuse & Recycle), Bobby Nasution juga ingin pengelolaan sampah di TPA Terjun harus menggunakan teknologi guna mengatasi gunungan sampah yang ada. Ditambah lagi dengan mengoperasikan kembali TPA Namo Bintang yang memiliki lahan seluas kurang 16 hektar tersebut.

Halaman
123
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved