Breaking News:

Dosen USU Ini Merasa Bersyukur Bobby Nasution Buat Program Pengelolaan Sampah di Kota Medan

Dosen Antropologi Universitas Sumatera Utara (USU) Dr, Drs Fikarwin Zuska mengaku bersyukur Wali Kota Medan, Bobby Nasution

Editor: jefrisusetio
Dok. Humas Pemko Medan
Wali Kota Medan, Bobby Nasution langsung fokus terhadap penanganan masalah kebersihan dan menjadikannya sebagai salah satu program prioritas utama yang harus dituntaskan. 

Tidak hanya itu, Bobby Nasution pun telah berkoordinasi dan membangun kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Sumut dan Pemkab Deli Serdang untuk pembangunan TPA Regional di Talun Kenas, Deli Serdang. Di tempat itu nantinya, pengelolaan sampah akan menggunakan sistem sanitary landfill yang keluarannya lebih ramah lingkungan.

Bahkan, Bobby Nasution juga telah melaunching program pengelolaan sampah dengan menggunakan teknologi Advanced Land Fill Minning With Material & Energy Recovery (ALFIMER) di TPA Terjun. Teknologi tersebut pun dipilih karena mampu menanggulangi dan mengubah sampah baru dengan biaya murah, ramah lingkungan, teknik sederhana serta dapat menghasilkan pupuk juga cairan disinfektan dari hasil pengelolaan sampah yang dilakukan.

“Insya Allah, teknologi ini bisa menjadi salah satu jalan keluar dalam menangani permasalahan sampah di Kota Medan,” kata Bobby Nasution belum lama ini.

Sebelumnya, Bobby Nasution juga telah  mengeluarkan Perwal No.18/2021 tentang Pelimpahan Sebagian Kewenangan Pengelolaan Persampahan kepada Kecamatan. Sebab, jika sebelumnya penanganan sampah dilakukan DKP Kota Medan, kini sudah diserahkan dan dilimpahkan ke kecamatan.

Selain lebih cepat, suami Ketua TP PKK Kota Medan Kahiyang Ayu itu pun menilai bahwa kecamatan lebih paham dan mengetahui serta menguasai persoalan sampah yang ada di wilayahnya masing-masing.

Teranyar melalui Surat Keputusan Wali Kota Medan No. 658.5/31.K/VIII/2021 tentang Lokasi Percontohan Kawasan Bebas Sampah Di Kota Medan, menantu Presiden RI Joko Widodo tersebut kemudian juga menargetkan 6 titik sebagai lokasi kawasan bersih yakni di kawasan Kecamatan Medan Deli tepatnya di Kelurahan Tanjung Mulia Lingkungan 4 dan 5.

Lalu, Medan Labuhan (Kelurahan Pekan Labuhan, Lingkungan 22 dan 23) dan Medan Petisah (Kelurahan Petisah Tengah, tepatnya Kampung Sejahtera, Lingkungan 1 dan 3). Kemudian, kawasan bebas sampah di sejumlah pasar di Kota Medan. Namun, untuk saat ini, pencanangan difokuskan di tiga pasar yakni Pasar Induk Lau Cih, Pasar Sentosa Baru dan Pasar Bakti.

“Kawasan percontohan bebas sampah yang dicanangkan ini saya harapkan dapat memberikan banyak manfaat bagi masyarakat. Tidak hanya rasa nyaman, tapi menghadirkan sirkulasi ekonomi, terutama di pasar. Dengan begitu, maka pelayanan-pelayanan yang diberikan juga semakin optimal,” terangnya.

Seluruh program tersebut pun dibenarkan  Kadis DKP Kota Medan M Husni. Tidak hanya itu saja, Husni juga menambahkan bahwa pengelolaan sampah dari hulu ke hilir juga dilakukan secara terpadu dari tingkat rumah tangga, Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) sampai Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

“Pengelolaan sampah terpadu itu kita mulai dari tingkat rumah tangga sampai TPST. Hal ini untuk mengurangai sampah masyarakat atu mungkin sampah yang terlewat sebelum dibawa ke TPA. Otomotis, kita meyakini bahwa seluruh program Pak Wali mampu menjadikan Medan Bersih,” bilang Husni.

Halaman
123
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved