Breaking News:

Hari Jantung Sedunia, Mahasiswa Kedokteran USU Diajak Ikut Sosialisasi Bahaya Penyakit Jantung

Pemerintahan Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara menggelar webinar untuk memperingati Hari Jantung Sedunia, 29 September.

Penulis: Anisa Rahmadani | Editor: Liston Damanik
shutterstock
Ilustrasi serangan jantung. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Pemerintahan Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara menggelar webinar untuk memperingati Hari Jantung Sedunia, 29 September.

Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah dr Vito Anggarino Damay yang menjadi pembicara dalam webinar ini mengatakan, masih banyak yang belum sadar dengan penyakit ini.

"Penyakit jantung tidak datang secara tiba-tiba. Biasanya sudah menunjukkan tanda-tanda tetapi selalu diabaikan oleh penderitanya," terangnya.

Menurutnya, kebanyakan warga Indonesia baru ke rumah sakit jantung, apabila dirinya sudah merasa sakit saja sehingga dokter harus bisa menangani kasusnya dengan cepat.

"Seperti mobil lah, kalau sudah mogok baru dibawa ke bengkel. Kadang sudah ada kerusakan dari awal. Bensinnya tinggal sedikit atau kampas remnya sudah mau habis tapi belum diperbaiki. Akhirnya ketika sudah tidak bisa bergerak baru dibawa ke bengkel. Begitulah kira-kira jika diibaratkan untuk pasien penyakit jantung yang ada di Indonesia," paparnya.

Vito mengaku prihatin mendengar pasien yang mengalami serangan jantung mengaku sebelumnya tidak merasakan sakit.

"Padahal mereka yang tidak tidak menyadari ciri-ciri penyakit itu sendiri," ujarnya. 

Vito berpesan agar mahasiswa yang akan menjad dokter terus mensosialisasikan tentangbahaya penyakit jantung. 

"Tugas kita lah sebagai dokter untuk memberikan penyadaran kepada masyarakat mulai dari sosialisasi tentang ciri-ciri penyakit jantung dan hal lainnya yang berkaitan dengan jantung," terangnya.

Ia berharap agar sosialisasi tentang penyakit jantung ini tidak hanya pada peringatan Hari Jantung sedunia setiap tahunnya.

"Jangan setahun sekali baru diadakan sosialisasi ke masyarakat tentang penyakit jantung. Kalau seperti itu kita sebagai dokter pun sama saja seperti warga kebanyakan," ucapnya.

Diterangkan Vito bahwa meskipun mahasiswa kedokteran tidak mengambil spesialis, tetaplah bahwa tugas seorang dokter bukan hanya mengobati tetapi memberikan sosialisasi terkait penyaki kepada masyarakat 

"Tugas kita bukan hanya mengobati tetapi menumbuhkan kesadaran kepada masyarakat tentang penyakit secara umum," ucapnya. (cr5/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved