Breaking News:

PERKENALKAN Objek Wisata Baru di Kabupaten Langkat, Perpaduan Wisata Bahari dan Heritage

Pemerintah Kabupaten Langkat mengukuhkan kelompok sadar wisata Desa Pematang Serai dan meresmikan Desa Wisata Berkelanjutan (Dewi Kejut)

Editor: jefrisusetio
Istimewa
Sekretaris Daerah Kabupaten Langkat membuka objek wisata baru di Negeri Bertuah. Objek Wisata ini merupakan perpaduan wisata bahari dengan wisata sejarah. 

TRIBUN-MEDAN.COM, STABAT - Pemerintah Kabupaten Langkat mengukuhkan kelompok sadar wisata Desa Pematang Serai dan meresmikan Desa Wisata Berkelanjutan (Dewi Kejut) yang mengelola objek wisata getek online (Geol). Tempat wisata itu, berada di Desa Pematang Serai, Kecamatan Tanjung Pura, Kabupaten Langkat

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Langkat, dr H Indra Salahuddin menjelaskan, Geol merupakan inovasi dari pemerintah desa melalui pemberdayaan dana BUMDes. Karena itu, Pemkab Langkat akan mendukung pengembangan desa wisata tersebut. 

Menurutnya, objek wisata yang lahir pada 2019 ini menambah keragaman lokasi wisata di Negeri Bertuah. Jadi, wisatawan yang gemar bersantai di atas aliran sungai daerah pesisir, hobi memancing dan suka menikmati makanan laut bisa berkunjung ke wisata Geol ini. 

"Wisatawan dimanjakan dengan keindahan pesona alam pesisir dari atas getek yang berjalan menelusuri aliran sungai Sei Serapuh, sambil memancing bagi yang hobi," ujarnya saat membuka acara tersebut. 

Ia menjelaskan, para wisatawan akan dihidangkan masakan udang gala yang segar hasil budidaya di sungai. Bahkan, cita rasa masakannya khas Melayu. 

Dan, kenikmatan itu semakin sempurna bila minum air kelapa muda yang segar diambil dari pohonnya. 

"Kenikmatannyapun tertambah dengan tiupan semilir angin saat berada diatas sungai," katanya. 

Sedangkan, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Langkat, Hj Nur Ely Heriani Rambe menambahkan, wisatawan bisa menikmati pesona dan fasilitas yang disajikan dari berwisata Geol. 

Para wisatawan, kata dia, tidak perlu merogoh kocek besar saat berkunjung, cukup membayar paket yang disesuaikan dengan pilihan.

Adapun tiketnya, dari Rp10 ribu perorangnya, sampai ratusan ribu untuk berbagai macam variasi perpaketnya. 

Ia menuturkan, wisatawan juga dapat mengenal kepingan sejarah kesultanan Langkat sehingga wisatawan diajak melintasi jalur sungai dan berziarah ke makam Panglima Mangi. 

Panglima Mangi bernama asli Lazimudin. Lokasi makam berada di Dusun III Desa Pematang Serai, tidak jauh dari pinggiran sungai yang dilintasi wisatawan. 

"Panglima Mangi merupakan panglima yang diangkat oleh Kesultanan Langkat Pertama, Sultan Musa. Beliau Bertugas sebagai Panglima keamanan daerah laut Pematang Serai dari ganguan perompak laut. Beliau adalah keturunan dari silsilah Panglima yang berasal dari Siam yakni Patani Thailand," ungkapanya. 

Turut mendampingi Sekda, para kepala perangkat daerah pada saat pelaksanaan launching di antaranya; Kadis Kominfo H. Syahmadi, Sekertaris BPBD Syaiful Bahri, Kadis Lingkungan Hidup Iskandar Zulkarnain Tarigan, Kadis Naker Rajanami Yun Sukatami, Camat Tanjung Pura Taufik Rieza dan unsur pemerintah kecamatan Tanjung Pura lainnya.

(*) 

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved