Breaking News:

SDN 018476 Nyaris Tumbang Akibat Longsor, BPBD Asahan Sebut Sudah Ajukan Perbaikan

Pengajuan tersebut sudah dilakukannya ke pemerintah provinsi Sumatera Utara.

Penulis: Alif Al Qadri Harahap | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN MEDAN/Alif Alqadri Harahap
Kondisi terkini SDN 018476 yang terletak di Dusun 3 Desa Goting Sidodadi, Kecamatan Bandar Pasir Mandoge, Kabupaten Asahan, Selasa(28/9/2021). Pondasi bangunan sudah mengambang diatas tebing yang longsor.  

TRIBUN-MEDAN.com, ASAHAN - Sekolah Dasar Negeri (SDN) 018476 nyaris tumbang karena sebagian pondasi bangunan telah termakan longsor sedalam 10 meter.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Asahan, Asrul WD mengaku telah mengajukan perbaikan terhadap sekolah dan jalan yang terdampak akibat longsor.

Baca juga: Kronologi Mantan Anggota DPRD Sergai Tewas Ditikam, Pelaku Diduga Sudah Membawa Pisau dari Rumahnya

Katanya, longsor yang memakan jalan dan gedung sekolah itu memiliki luar sebesar 3.500 meter.

"Ini akan di bangun tebing penahan untuk menahan terjadi longsor kembali," katanya.

Pengajuan tersebut sudah dilakukannya ke pemerintah provinsi Sumatera Utara.

Namun, sampai dari pengajuan tersebut, Asrul mengaku ada beberapa syarat administrasi yang belum terpenuhi sehingga harus di ajukan ulang.

"Kami sudah berkordinasi, namun masih ada yang kurang administrasinya. Ia mengaku, saat ini sedang mencoba untuk melakukan tembusan hingga ke BNPB pusat," katanya.

Ia mengaku, untuk saat ini BPBD Asahan tidak dapat membangun, hanya saja BPBD hanya dapat menyalurkan bantuan.

"Kami ga bisa bangun. Namun kami memberikan yang sifatnya bantuan. Contohnya kalau mau di pacak, maka butuh batang kelapa, kami yang akab menyediakan. Nakun masyarakat juga membantu kami mengerjakan," katanya.

Baca juga: Kota Sipirok Berkali-kali Diguncang Gempa Bumi, Berikut Penjelasan BMKG Wilayah I Medan

Untuk membangun tembok penahan untuk sekolah dan akses jalan dekat sekolah, Asrul mengaku membutuhkan dana minimal Rp 8 miliar.

"Untuk sekolah itu Rp 3 miliar, untuk jalan Rp 5 miliar," jelasnya.

Dari amatan tribun-medan.com, akses jalan yang terdampak dari longsor tersebut telah tergerus hingga memakan hampir satu meter jalan.

"Itu syukur jalan kemarin ngecornya menggunakan besi. Kalau pakai batu padas, mungkin sudah ikut rubuh itu," pungkas Asrul.

(cr2/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved