Breaking News:

Tak Punya Uang, Sprinter Difabel Asal Asahan Terancam Gagal Berangkat ke Bahrain Mewakili Indonesia

Mila terancam tidak bisa ikut ajang bergengsi se Asia itu dikarenakan tidak memiliki dana untuk berangkat ke Bahrain.

TRIBUN MEDAN/HO
Mila Apriani berlatih untuk persiapan berlaga di Asian Youth Para Games Bahrain 2021 untuk mewakili Kontingen Indonesia. 

TRIBUN-MEDAN.com, ASAHAN - Mila Apriani, atlet difabel binaan National Paralympic Committee (NPC) Kabupaten Asahan terancam gagal berangkat ke Asian Youth Para Games Bahrain 2021 untuk mewakili Indonesia.

Mila terancam tidak bisa ikut ajang bergengsi se Asia itu dikarenakan tidak memiliki dana untuk berangkat ke Bahrain.

Dalam sebuah video yang beredar di internet, Mila yang merupakan sprinter ini memohon kepada Bupati Kabupaten Asahan H Surya untuk memperhatikan atlet-atlet difabel yang ada di Kabupaten Asahan.

"Bapak Bupati Asahan, tolong perhatikan kami. Bapak-bapak DPRD juga tolong perhatikan kami. Kami memohon sangat, agar kami bisa semangat berlatih untuk bertanding lari di Asian Youth Para Games Bahrain 2021," katanya.

"Saya ingin mengubah nasib kami, Pak. Saya ingin mengharumkan nama Kabupaten Asahan. Kekurangan bukan halangan bagi saya. Namun, saya memohon tolong perhatikan kami, Pak. Warga Asahan tolong doakan kami," katanya.

Mila Apriani memohon kepada Bupati Asahan H Surya dan anggota DPRD membantunya untuk berangkat ke Bahrain dalam ajang Asian Youth Para Games Bahrain 2021.
Mila Apriani memohon kepada Bupati Asahan H Surya dan anggota DPRD membantunya untuk berangkat ke Bahrain dalam ajang Asian Youth Para Games Bahrain 2021. (TRIBUN MEDAN/HO)

Ketua NPC Kabupaten Asaha Ernes Simatupang mengaku miris melihat atlet difabel seperti Mila yang memiliki potensi akhirnya terkendala masalah keuangan.

"Kami saat ini miris. Atlet kami yang mau berangkat untuk berlaga kebingungan karena tidak memiliki dana," ujarnya, Rabu(29/9/2021.

Ia mengatakan, atlet-atlet binaan NPC Asahan tidak didukung pendanaan karena anggaran pembinaan telah dicoret dari APBD.

"Sudah tiga tahun kami NPC berdiri tidak pernah menerima uang APBD dari pemerintah. Namun kali ini kami meminta karena sudah tidak sanggup untuk menanggung perjalanan atlet," ujarnya.

Ia menilai, Pemkab Asahan diskriminatif terhadap atlet-atlet difabel. 

"Selama ini kami memberangkatkan atlet melalui bantuan dermawan yang peduli terhadap atlet difabel. Namun mau sampai kapan hal itu saya lakukan?" katanya.

Ia mengatakan, akibat tidak didukung pemda, seorang atlet NPC Kabupaten Asahan pindah membela Kota Medan di Peparnas 2021 Papua. 

"Saya tidak bisa larang. Karena kami juga tidak bisa memberangkatkan. Hanya dua orang yang kami mampu," kata Ernes. (cr2/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved