Breaking News:

Istilah Upwelling, Penyebab Ratusan Ton Ikan Keramba Jaring Apung di Danau Toba Mati Tiba-tiba

Kematian massal ikan yang dibudidayakan di kantong mengambang (keramba jaring apung) akibat upwelling

Penulis: Rechtin Hani Ritonga | Editor: Ayu Prasandi
HO
Keramba jaring apung untuk pembudidayaan ikan 

TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN- Peristiwa matinya ratusan ton ikan di Keramba Jaring Apung di Danau Toba bukan hal yang asing.

Menurut ahli perikanan, peristiwa ini disebabkan oleh fenomena Upwelling.

Baca juga: Kakanwil Sumut Akui Satu Petugas Sipir Siksa Napi di Tanjung Gusta, Namun Hanya Ditindak Disiplin

Adapun istilah Upwelling berarti fenomena oseanografi yang melibatkan gerak yang dibangkitkan angin dari air yang lebih berat, lebih dingin dan biasanya kaya- nutrient ke arah permukaan laut, menggantikan air permukaan yang lebih hangat dan kurang nutrient.

Kematian massal ikan yang dibudidayakan di kantong mengambang (keramba jaring apung) akibat upwelling sering terjadi di berbagai perairan danau dan waduk.

Upwelling atau umbalan adalah peristiwa air yang naik di dasar danau karena suhu air di permukaan lebih dingin dari suhu di bawahnya.

Ahli Perikanan dari Program Studi Manajemen Sumber Daya Perairan atau MSP Fakultas Pertanian USU Syammaun Usman mengatakan peristiwa matinya ikan di Danau Toba hampir setiap tahun terjadi.

Peristiwa ini juga pernah terjadi di beberapa Danau alami lainnya di Indonesia.

Syammaun mengatakan, peristiwa ini terjadi akibat adanya penurunan kadar oksigen di musim hujan yang umum terjadi di wilayah perairan khusus nya Danau alami seperti Danau Toba.

"Peristiwa ikan KJA mati ini bukan merupakan hal yang asing, ini hampir setiap tahun terjadi. Jadi sudah merupakan hal yang wajar.

Penyebab nya adalah di musim hujan atau musim dingin terjadi penurunan oksigen kadar oksigen di Danau alami," ujar Syammaun kepada tribun-medan.com.

Baca juga: Yuk Cicip Roti Bakar Srikaya di Warunk Seroja, Kuliner yang Hits di Kabupaten Serdangbedagai

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved