Breaking News:

Kadispora Asahan Janji Bantu Atlet Difabel Bertanding di Asian Youth Para Games Bahrain 2021

Kepala Dinas Pemuda dan Olaharaga Asahan Buwono Prawana mengatakan, Pemkab tidak abai terhadap nasib atlet difabel. 

TRIBUN MEDAN/HO
Mila Apriani berlatih untuk persiapan berlaga di Asian Youth Para Games Bahrain 2021 untuk mewakili Kontingen Indonesia. 

TRIBUN-MEDAN.com, ASAHAN - Kepala Dinas Pemuda dan Olaharaga Asahan Buwono Prawana mengatakan, Pemkab tidak abai terhadap nasib atlet difabel. 

Tanggapan ini disampaikan merespon aspirasi seorang atlet difabel Mila Apriani (18) yang meminta dukungan dari Pemkab yang terancam gagal berangkat ke Asian Youth Para Games Bahrain 2021 untuk mewakili Indonesia.

Buwono Prawana mengakui bahwa saat ini belum ada hibah dari Pemkab untuk National Paralympic Committee Kabupaten Asahan. 

"NPC memang sampai saat ini belum menerima dana hibah dari APBD. Namun Disporapar telah memberikan dukungan pengusulan dana," katanya, Kamis (30/9/2021). 

Katanya, pengusulan belum diterima karena APBD Asahan difokuskan untuk penanganan Covid-19. 

Baca juga: Tak Punya Uang, Sprinter Difabel Asal Asahan Terancam Gagal Berangkat ke Bahrain Mewakili Indonesia

"Kalau untuk atlet (Mila Apriani), kami akan membantu mewujudkan keinginan NPC dalam hal pendanaan. Saya akan duduk bersama dengan pengurus NPC untuk mencari jalan keluar. Karena ini membawa nama Indonesia," katanya. 

Sebelumnya, Ketua NPC Kabupaten Asaha Ernes Simatupang mengaku miris melihat atlet difabel seperti Mila yang memiliki potensi akhirnya terkendala masalah keuangan.

"Kami saat ini miris. Atlet kami yang mau berangkat untuk berlaga kebingungan karena tidak memiliki dana," ujarnya, Rabu(29/9/2021.

Ia mengatakan, atlet-atlet binaan NPC Asahan tidak didukung pendanaan karena anggaran pembinaan telah dicoret dari APBD.

"Sudah tiga tahun kami NPC berdiri tidak pernah menerima uang APBD dari pemerintah. Namun kali ini kami meminta karena sudah tidak sanggup untuk menanggung perjalanan atlet," ujarnya.

Ia menilai, Pemkab Asahan diskriminatif terhadap atlet-atlet difabel. 

"Selama ini kami memberangkatkan atlet melalui bantuan dermawan yang peduli terhadap atlet difabel. Namun mau sampai kapan hal itu saya lakukan?" katanya.

Ia mengatakan, akibat tidak didukung pemda, seorang atlet NPC Kabupaten Asahan pindah membela Kota Medan di Peparnas 2021 Papua. 

"Saya tidak bisa larang. Karena kami juga tidak bisa memberangkatkan. Hanya dua orang yang kami mampu," kata Ernes. (cr2/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved