Breaking News:

Jembatan Penghubung Desa di Mandoge Rusak Diterjang Banjir, Warga Nekat Seberangi Badan Sungai

Jembatan Rambung dan Jembatan Golkar yang menghubungkan kedua desa di daerah perkebunan itu runtuh akibat diterjang banjir.

TRIBUN MEDAN/ALIF ALQADRI HARAHAP
Warga menyeberangi Sungai Sei Kopas untuk bekerja, Jumat(1/10/2021). 

TRIBUN-MEDAN.com, ASAHAN - Rusaknya dua jembatan yang menghubungkan Desa Sei Nadoras dan Desa Sei Kopas di Kecamatan Mandoge, Kabupaten Asahan, membuat warga harus melintas di aliran sungai.

Jembatan Rambung dan Jembatan Golkar yang menghubungkan kedua desa di daerah perkebunan itu runtuh akibat diterjang banjir.

Santi Br Siagian,wWarga Desa Sei Nadoras mengaku terpaksa harus melintasi sungai yang memiliki lebar sekitar 100 meter.

"Mau bagaimana? Kami harus melintasi. Kalau tidak, terlalu jauh untuk mutar," kata Santi.

Ia mengaku bekerja di perkebunan kelapa sawit dan harus bekerja meskipun akses kedua jembatan terputus.

Ia mengaku, selain pekerja. Para pelajar juga terpaksa melintasi badan sungai.

Hariadi, Kepala Dusun I, Desa Silau Jawa, Kecamatan Mandoge, Kabupaten Asahan mengatakan jembatan tersebut putus dikarenakan di terjang banjir.

"Intensitas air yang deras mengakibatkan jembatan terbawa hingga terputus," katanya.

Untuk jalan alternatif, Ia mengaku dapat menempuh empat jam perjalanan bila memutar.

"Ada jalan alternatif, tapi harus memutar. Empat jam perjalanan," pungkasnya. (cr2/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved