Breaking News:

Pelajar di Sumut Bertaruh Nyawa Demi Bisa Sekolah, Bergelantungan di Jembatan yang Nyaris Putus

Anak sekolah itu harus menyeberangi sungai yang cukup lebar, dengan cara bergelantungan pada jembatan yang rusak parah.

Penulis: Alfiansyah | Editor: Juang Naibaho
Tribun Medan
Sejumlah pelajar di Nias Utara, Sumut bertaruh nyawa untuk tiba di sekolah. Mereka harus menyeberangi sungai yang cukup lebar, dengan cara bergelantungan pada jembatan yang rusak parah usai diterjang banjir beberapa waktu lalu. 

TRIBUN-MEDAN.com, NIAS - Sejumlah pelajar di Nias Utara, Sumatera Utara (Sumut) harus bertaruh nyawa untuk tiba di sekolah.

Anak sekolah itu harus menyeberangi sungai yang cukup lebar, dengan cara bergelantungan pada jembatan yang rusak parah usai diterjang banjir.

Jembatan itu merupakan penghubung empat kecamatan yakni Namohu Esiwa, Alasa, Alasa Talumuzoi, dan Lahewa Timur.

Video yang diperoleh Tribun-Medan.com, terlihat sejumlah anak sekolah tetap bersemangat melintasi jembatan tersebut.

Meskipun harus bertaruh nyawa untuk tiba di sekolah.

Baca juga: KISAH SEDIH Pelajar di Nias, Bertaruh Nyawa Lewati Jembatan Nyaris Putus, Demi Bisa Pergi Sekolah

Dalam video amatir, terlihat sejumlah siswa bergelantungan di jembatan.

Mereka secara bergantian menyeberangi jembatan yang nyaris putus.

Meski bahaya terjatuh bisa kapan saja terjadi, tapi hal itu tak menyurutkan niat mereka untuk pergi sekolah.

Sesekali terlihat canda tawa mereka memecah suasana yang seram saat menyeberang jembatan.

Kepala Desa Orahili, Kornelius Harefa, mengatakan para pelajar ini tetap bersemangat berangkat menuju sekolah walaupun keadaan jembatan yang nyaris putus.

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved