Breaking News:

Tangkap Tersangka Penipuan Modus Investasi, Kinerja Ditreskrimum Poldasu Diapresiasi

Tersangka disebut-sebut merupakan mafia tanah yang sangat meresahkan warga di Kota Pekanbaru, Riau.

TRIBUN MEDAN/HO
KORBAN penipuan, Achmad Kusnan dan advokat Surya Adinata. Achmad Kusnan menjadi korban penipuan dengan modus menawarkan jual beli dan investasi kerja sama pematangan Agro Wisata Kebun Durian Musang King di daerah Kelurahan Agro Wisata dan Kelurahan Palas, Kecamatan Rumbai, Kota Pekan Baru, Riau. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN – Keberhasilan Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumut karena berhasil menangkap tersangka penipuan, Sujono mendapat apresiasi. Modusnya adalah  menawarkan jual beli dan investasi kerja sama pematangan Agro Wisata Kebun Durian Musang King di daerah Kelurahan Agro Wisata dan Kelurahan Palas, Kecamatan Rumbai, Kota Pekan Baru, Riau.

Seorang korban, Achmad Kusnan menegaskan, bahwa tersangka disebut-sebut merupakan mafia tanah yang sangat meresahkan warga di Kota Pekanbaru, Riau.

"Saya sangat mengapresiasi kepolisian karena telah melakukan penangkapan. Saya apresiasi Bapak Kapolri, Bapak Irwasum, Bapak Kabareskrim, Bapak Kapoldasu, Bapak Dirreskrimum Polda Sumut, Bapak Kasubdit III Jahtanras dan Bapak Kanit Ranmor, Kompol Antoni Simamora," kata Achmad Kusnan kepada awak media, Kamis (30/9.2021).

Dikatakan pelapor, bahwa insiden dugaan penipuan itu terjadi di tahun 2020. Saat itu tersangka datang menemuinya dan menawarkan kerjasama.

"Jadi, disaat itu, dia hampir setiap bulan datang ke Medan. Dia menawarkan dan bercerita dan menyebut ada tanahnya di Jalan Rumbai, Kota Pekan Baru seluas 150-200 hektar. Dia minta agar saya menjadi partnernya dan kerjasama. Saya minta bantuan dana untuk kepengurusan surat surat dan sewa alat berat. Disaat itu juga dia berjanji secara lisan atau sementara, jika selesai akan dikasih lahan seluas 25 hektar," ucap pelapor.

Dalam perjalanan, korban terus mengejar janji itu. Karena ia sudah banyak mengeluarkan uang untuk kebutuhan biaya sewa alat berat dan biaya lainnya.

"Namun dia menghindar, katanya masih proses. Setiap saya ke Pekanbaru, katanya sedang pematangan lahan, waktu saya tidak ke Pekanbaru dia kirim kegiatannya tujuannya untuk meminta uang. Dalam permintaan itu, saya selalu kirim uang sesuai permintaan dia, minta Rp 50 juta, saya kirim. Total uang saya kepadanya sekira Rp 315 juta," ungkapnya.

Karena terus menghindar, ia pun meminta agar tersangka mengembalikan uangnya. Namun, tersangka tidak kunjung menepati janjinya, sehingga dia membuat laporan ke Mapolda Sumut sesuai dengan nomor laporan STTLP  nomor 1307/VII/2020/SPKT II tertanggal 20 Juli 2021.

Baca juga: Bantah Lakukan Penipuan 9,7 Miliar, Putri Nia Daniaty Sebut Buka Les CPNS Bertarif Rp 25 Juta/Orang

"Karena tersangka membujuk dan janji dengan saya, mengajak kerjasama itu di Kota Medan, lalu saya menyerahkan sejumlah uang di kota Medan. Makanya saya adukan di Mapolda Sumut. Atas laporan itu, tersangka akhirnya ditangkap,” katanya.

Dengan ditangkapnya tersangka, katanya, dirinya sebagai korban sangat mengapresiasi Ditreskrimum Poldasu. Korban menduga bahwa tersangka merupakan mafia tanah, sebab ia berani mengakui bahwa dia memiliki lahan ratusan hektar yang bukan miliknya.

"Ditangkapnya tersangka terbukti bahwa yang kebal hukum bisa dibuktikan bersalah. semua sama dimata hukum, ini semua karena tuhan sayang sama kita, sama saya, tuhan menunjukkan yang benar, sehingga tersangka akhirnya bisa ditangkap," terangnya.

Pelaksana Kasubdit III Umum, Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumut, Kompol Bayu Putra Samara ketika dikonfirmasi awak membenarkan adanya penangkapan terhadap Sujono."Iya, sudah diamankan dan ditahan. Dia ditangkap di kawasan Sunggal, pelaku dipersangkakan melanggar Pasal 372 KUHPidana tentang dugaan penipuan," terangnya.(cr23/tribun Medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved