Breaking News:

Kota Medan Sajikan Data Real Time, Bobby Nasution Semakin Tangguh Tangani Covid-19

Keseriusan  dan kerja keras Wali Kota Medan Bobby Nasution menangani pandemi  Covid-19

Editor: jefrisusetio
TRIBUN MEDAN/RECHTIN
Wali Kota Medan Bobby Nasution saat meresmikan ruang ICU Covid-19 di RSUD Pirngadi Medan 

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Keseriusan  dan kerja keras Wali Kota Medan Bobby Nasution menangani pandemi  Covid-19 mulai membuahkan hasil yang baik. Status Kota Medan yang sebelumnya masuk penerapan pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Level 4 kini turun menjadi Level 3.

Di samping itu kasus angka Covid-19 juga turun drastis, dimana sebelumnya sempat di angka 500-an perhari kini di bawah 100 perhari. Hal ini kian menunjukkan bahwa orang nomor satu di Pemko Medan tersebut semakin tangguh dalam menangani Covid-19.

Bukti ketangguhan itu juga ditunjukkan Bobby Nasution dengan terus memperkuat pendataan Covid-19. Melalui organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, Bobby Nasution dengan sigap melakukan evaluasi dan meng-update data kasus Covid-19 yang terjadi di Kota Medan.

Selain ingin menyajikan data real time, Bobby Nasution juga tidak ingin kekeliruan pendataan antara Pemko Medan dan Pemprov Sumut kembali terulang.

Untuk itulah, Bobby Nasution telah melakukan pemutakhiran data. Selanjutnya, data yang diperoleh dilaporkan ke Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI untuk selanjutnya diteruskan kepada Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian (Kemenko Perekonomian).

“Kemarin kita sudah rapat dengan Pemprov Sumut dan telah melakukan perbaikan data. Alhamdulillah, hasilnya baik dan menunjukkan bahwa angka kasus Covid-19 di Kota Medan menujukkan tren penurunan,” kata Bobby Nasution belum lama ini.

Secara internal, terang Bobby Nasution, hasil evaluasi yang dilakukan, semua fasilitas kesehatan (faskes) yang ada di Kota Medan harus melaporkan langsung jumlah kasus aktif ke Pemko Medan. Untuk menghindari kekeliruan tersebut, Bobby Nasution pun minta kepada seluruh pihak faskes secara aktif melaporkan dan memberikan data yang riil.

“Setiap mengambil keputusan dalam menangani Covid-19, kita selalu berlandaskan data yang ada. Untuk itu, semua faskes harus sigap dan teliti melaporkan data. Jangan tunggu ditelpon dulu, baru melaporkan datanya. Apalagi jumlah laboratorium kita di sini hampir 21, tentunya akan merepotkan jika harus ditelponi satu-persatu hanya untuk mengingatkan dan bertanya soal data,” ungkapnya.

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Medan sampai tanggal 22 September, konfirmasi harian Covid-19 sebanyak 97 kasus. Sementara itu, jumlah suspek sebanyak 103 orang dan sembuh meningkat menjadi 143 orang.

Sedangkan, positivity rate sudah berada di angka 7 %. Artinya, angka positivity rate Kota Medan hampir mendekati standart angka positivity yang ditetapkan WHO yakni 5 %.

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved