Breaking News:

Ketua KONI Sumut Target Tambahan Emas dari Dua Cabor Ini

Yanto Pasaribu beserta unsur pengurus, dia yakin kali ini atletik bakal mampu tampil maksimal.

Penulis: Muhammad Ardiyansyah | Editor: Ayu Prasandi
Tribun Medan/Ardi
Ketua KONI Sumut, John Ismadi Lubis sebut keberangkatan kontingen Sumut dilaksanakan secara bertahap menuju PON Papua, Minggu (19/9/2021) 

TRIBUN-MEDAN.com,MIMIKA-Kontingen Sumatera Utara (Sumut) berharap medali emas cabang olahraga (cabor) atletik dan biliar dari klaster Mimika pada PON ke-20 2021 di Papua.

Harapan itu disampaikan Ketua Umum KONI Sumut, John Ismadi Lubis saat menyaksikan pertandingan cabor biliar yang baru dimulai di Timika, Papua, Minggu (3/10/2021).

Baca juga: Menegangkan, Detik-detik Warga Diterjang Banjir Bandang di Kaki Air Terjun

"Di klaster Mimika ini kita berharap mendapat medali emas dari atletik dan biliar. Khusus atletik sudah lama sekali tidak menyumbangkan emas bagi Sumut," kata John Lubis, Jum'at (3/10/2021).

Didampingi Waketum II KONI Sumut, Sakiruddin, Waketum III, Yanto Pasaribu beserta unsur pengurus, dia yakin kali ini atletik bakal mampu tampil maksimal.

"Saya yakin atletik bisa, terutama dari atlet kita yang berada di pelatnas seperti Pretty Sihite, Agustina Manik, Abdul Hafiz dan Welman Pasaribu. Tapi kita tidak tahu pasti di mana posisi mereka sekarang," ujarnya.

Sambungnya, karena sudah hampir dua tahun tidak ada kompetisi akibat pandemi virus corona. Ia menilai, satu di antara atlet atletik, Hafiz, terkadang lemparannya sangat bagus, bahkan melewati rekor nasional.

Ia pun tidak berani membebankan secara pasti berapa medali emas yang bisa didulang tim atletik yang dimanajeri Parlautan Siregar.

Begitu pula dengan tim biliar pimpinan Achmad Fadil Nasution.

"Biliar kabarnya ditargetkan empat emas. Karena mereka komit, saya optimis mereka dapat memenuhinya, bahkan melampaui target," ucap John Lubis.

Baca juga: Sudah Ganteng Gajinya Rp 300 Juta Per Bulan, Pria Ini Justru Ditolak Calon Mertua Gara-gara Ini

Menurutnya, PON ke-20 Papua banyak sekali memberikan pelajaran dan pengalaman, karena hampir semua provinsi tidak ada melakukan try-out ataupun training camp.

"Kita bahkan tidak bisa memprediksi kondisi atlet kita karena kevakuman kompetisi. Tapi ada beberapa cabang yang pembinaannya bagus tetap bisa menghasilkan prestasi, contohnya wushu," katanya.

Lebih jauh, ia juga memaparkan prestasi di cabang olahraga (cabor) sepatu roda sebagai cabor baru penghasil medali (dua perak).

(cr12/tribun-medan.com) 
 

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved