Breaking News:

Persiapan Pembelajaran Tatap Muka, Pemko Medan Kejar Vaksinasi Covid-19 Terhadap Siswa

Pemerintah Kota Medan akan mengejar percepatan vaksinasi Covid-19 untuk pelajar sebagai persiapan pembelajaran tatap muka. 

Editor: jefrisusetio
Istimewa
Pemerintah Kota Medan akan mengejar percepatan vaksinasi Covid-19 untuk pelajar sebagai persiapan pembelajaran tatap muka.  

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Pemerintah Kota Medan akan mengejar percepatan vaksinasi Covid-19 untuk pelajar sebagai persiapan pembelajaran tatap muka. 

Sehingga, pelajar memiliki perlindungan kesehatan dalam menjalankan aktivitas pendidikan. Informasi itu terungkap saat Bobby Nasution menerima audiensi Dirjend PAUD, DIkdas dan Dikmen Kemendikbudristek. 

Bobby Nasution menjelaskan, Pemko Medan sedang bersiap dan fokus menggelar Pembelajaran Tatap Muka (PTM). Karena itu, Pemko Medan akan terus mempercepat vaksinasi Covid-19. 

Selain itu, Bobby Nasution menyebutkan jumlah siswa sebanyak 105.000 siswa, baru sekitar 5000 siswa yang telah memproleh vaksinasi covid-19.

"Kita terus mengejar vaksinasi untuk pelajar, ini strategi kita agar kesehatan anak-anak lebih terjamin pada saat bersekolah."kata Bobby Nasution.

Bobby Nasution menyatakan Pemko Medan terus berupaya memperbaiki citra dunia pendidikan di Kota Medan. Perbaikan dilakukan diseluruh unsur sekolah mulai dari kepala sekolah, tenaga pengajar dan sarana dan prasarana sekolah.

"Saya menyadari sistem pendidikan kita saat ini sudah sangat baik, namun penerapan dilapangan pasti berbeda di setiap daerah. Karena itu, kami terus berupaya memperbaiki dunia pendidikan di Kota Medan agar lebih baik lagi," ujar Bobby Nasution sembari berharap agar Kemendikbudristek dapat terus memperhatikan pendidikan di kota Medan.

Sebelumnya Dirjend PAUD, Dikdas dan Dikmen, Jumeri menjelaskan kunjungannya ke daerah bertujuan untuk berkomunikasi dengan Wali Kota guna mengetahui permasalahan pendidikan yang ada di daerah sehingga dapat dibantu.

Selain itu, Jumeri juga menyampaikan sejumlah program yang telah dijalankan Dirjen PAUD, Dikdas dan Dikmen. Salah satunya adalah program Merdeka Belajar.

Program ini menggunakan Assesmen Nasional (AN) sebagai ganti dari Ujian Nasional (UN). Artinya ujian dilakukan untuk melihat nilai anak secara komperhensif berdasarkan kemampuan anak.

Selanjutnya adalah program dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) yang ditransfer secara langsung ke sekolah sehingga dapat lebih cepat dimanfaatkan untuk operasional.

"Selain itu kami juga memiliki Program Sekolah Penggerak yaitu melakukan transformasi di sekolah dengan cara memberikan pelatihan terhadap kepala sekolah dan guru sehingga diharapkan SDM ini dapat melakukan perubahan disekolah hingga menjadikan sekolah tersebut lebih unggul." ungkapnya.

(*) 

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved