Breaking News:

Wakil Bupati Deli Serdang Serahkan Santunan Jaminan Kematian Kepada Ahli Waris

Wakil Bupati Deliserdang, Yusuf Siregar membuka acara Focus Group Discussion (FGD) Penganggaran Program BPJamsostek.

Editor: jefrisusetio
Istimewa
Wakil Bupati Deliserdang Yusuf Siregar Menghadiri Acara BPJS Ketenagakerjaan di Kecamatan Tanjungmorawa, Deliserdang. 

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Wakil Bupati Deliserdang, Yusuf Siregar membuka acara Focus Group Discussion (FGD) Penganggaran Program BPJamsostek tindaklanjut Permendagri nomor 27 tahun 2021 di Aula Cendana Lantai-II Kantor Bupati Deliserdang. 

"Berdasarkan informasi yang disampaikan oleh BPJS Ketenagakerjaan bahwa sampai saat ini telah terdaftar sebagai peserta BPJamsostek sebanyak 5.578 orang. Tenaga kerja aparatur desa dan 6.227 orang tenaga kerja non ASN," ujarnya. 

Ia menambahkan, peraturan dan sektor-sektor menjadi dasar untuk melakukan Focus Group Discussion pada hari yang akhir pertemuan dapat menghasilkan rumusan dalam bentuk notulensi. 

"Harapannya, agar seluruh pekerja yang berada di Kabupaten Deli Serdang dapat terlindungi dalam program BPJamsostek," katanya. 

Sebelumnya, Kepala Kantor Cabang BPJamsostek, Tanjungmorawa, Iskandar menyatakan, pihak BPJS Ketenagakerjaan mendorong Pemkab Deliserdang untuk memberikan perlindungan bagi tenaga kerja yang berada di Kabupaten Deliserdang

BPJSTK mencatat saat ini masih banyak tenaga kerja yang belum terlindungi karena belum menjadi peserta BPJSTK.

Padahal di awal tahun sudah ada Instruksi Presiden  nomor 2 tahun 2021 tentang Optimalisasi Pelaksanaan Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan.

"Instruksi ini sudah menjadi arahan Presiden untuk di seluruh Kementerian maupun pemerintah kabupaten/kota. Inpres juga sudah dengan sigap ditanggapi Pemerintah Provinsi dengan terbitnya Surat Edaran Gubernur nomor 560 tahun 2021 sebagai tindak lanjut," ujarnya. 

Iskandar menjelaskan sejauh ini memang pihaknya sudah berupaya dan berkolaborasi dengan Pemkab untuk mensukseskan Pemerintah dalam program perlindungan bagi tenaga kerja. Untuk perusahaan yang berskala besar di Deli Serdang sudah diatas 90 persen yang terlindungi.

Namun untuk yang skala menengah dan yang berada di skala mikro juga harus masuk prioritas. Seperti Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) karena jumlahnya masih minim.

"Sebagian guru-guru madrasyah sudah jadi peserta karena kami juga mendatangi pesantren. Guru juga perlu perlindungan makanya harapan kami dengan pertemuan kali ini kita dapat berkomitmen dan menyimpulkan berapa kira-kira tenaga kerja kita yang bisa kita anggarkan pada tahun 2022. Kami siap menjadi Partner diskusi terkait dana yang ada," katanya. 

Iskandar menegaskan program yang mereka sampaikan adalah murni program pemerintah karena ini juga sejalan dengan misi Kabupaten Deliserdang yang ingin mensejahterakan masyarakatnya khususnya tenaga kerja.

"Kami datang untuk bisa bahu membahu terus bersinergi dan berkolaborasi dengan Pemkab untuk mewujudkan visi dan misinya," ujarnya. 

Wakil Bupati Yusuf Siregar didampingi Kepala Bappeda Ir. Remus Hasiholan Pardede, Kadis Ketenagakerjaan Drs. Binsar TH Sitanggang. Lalu, Kadis koperasi dan UKM Dra. Hj. Rabiatul Adawiyah Lubis, Kadis Perindag TM. Zaki Aufa S.Sos, Kadis PMD Drs. Khairul Azman beserta perwakilan OPD terkait.

(*) 

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved