Breaking News:

Deliserdang Kekurangan Vaksin Covid-19, Vaksinasi di Puskemas Dihentikan Sementara

Dinas Kesehatan Deliserdang akan menghentikan sementara pelayanan vaksinasi Covid-19 di seluruh Puskesmas mulai Selasa (5/10/2021).

Penulis: Indra Gunawan | Editor: Liston Damanik
Istimewa
Bupati Deliserdang Ashari Tambunan mendampingi Presiden Jokowi memantau pelaksanaan vaksinasi di Deliserdang, September lalu. 

TRIBUN-MEDAN.com, DELISERDANG - Dinas Kesehatan Deliserdang akan menghentikan sementara pelayanan vaksinasi Covid-19 di seluruh Puskesmas mulai Selasa (5/10/2021).

Tindakan ini dilakukan karena persediaan vaksin di Deliserdang sudah menipis, sementara rencana penambahan stok belum ada. 

"Kondisinya memang sekarang ini kekurangan vaksin. Sampai hari ini kami belum dapat alokasi baru, sementara stok di gudang farmasi tinggal 2.600 dosis vaksin. Tidak cukup lagi untuk puskesmas-puskesmas," ujar Kadis Kesehatan Deliserdang, dr Ade Budi Krista, Senin (4/10/2021). 

Menurut dr Ade, target warga Deliserdang yang perlu disuntik vaksin Covid-19 berjumlah 1,4 juta orang. Sementara, jumlah warga yang telah divaksinasi sekitar 300 ribuan orang atau sekitar 24 persen. 

Menurutnya, saat ini minat warga untuk mengikuti vaksinasi cukup tinggi. Dalam satu hari, seluruh puskesmas di Deliserdang dapat menghabiskan 8.000 sampai 10 ribu dosis vaksin. 

Kadis mengatakan, Pemkab Deliserdang telah berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk mengatasi kekurangan stok vaksin ini. Bahkan, katanya, Bupati telah meminta bantuan ke TNI dan Polri. 

"Kami berharap masyarakat bersabar dan jangan menyalahkan pihak puskesmas," kata dr Ade. 

Warga Tanjungmorawa, Andri mengaku untuk bisa vaksin di Deliserdang ia harus mondar-mandir. Ia merasa heran mengapa disatu sisi pemerintah melakukan himbauan jangan takut untuk divaksin, namun di sisi lain vaksin sulit untuk didapat. 

"Macam gasingan kita kalau mau vaksin ini. Didatangi ke Puskesmas kemarin itu nggak ada katanya. Ada acara-acara vaksin massal kuotanya terbatas jadi nggak bisa katanya. Aku  mau melamar kerja makanya aku butuh disuntik vaksin," kata Andri. (dra/tribun-medan.com).

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved