Breaking News:

FANTASTIS, Harta Wali Kota Tebingtinggi Naik Rp 1 Miliar di Masa Pandemi Covid-19

Harta Wali Kota Tebingtinggi, Umar Zunaidi Hasibuan menanjak hingga Rp 1 miliar di masa pandemi Covid-19

Penulis: Alija Magribi | Editor: Array A Argus
TRIBUN MEDAN/HO/ Protokol Pemko Tebingtinggi
Wali Kota Tebingtinggi, Umar Zunaidi Hasibuan. 

TRIBUN-MEDAN.COM,TEBINGTINGGI- Sungguh fantastis, harta Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan meningkat Rp 1 miliar lebih pada tahun 2020, atau di masa pandemi Covid-19.

Berdasarkan data yang dihimpun KPK tanggal penyampaian 8 Maret 2021, harta Umar Zinaidi Hasibuan mencapai Rp 5.580.898.182 atau Rp 5,58 miliar (pembulatan).

Kekayaan Wali Kota Tebingtinggi dua periode itu naik lebih dari Rp 1 miliar dari laporan kekayaannya pada tahun 2019 dengan nilai Rp 4.531.734.304 atau Rp 4,5 miliar. 

Umar mencatatkan harta dalam bentuk tanah dan bangunan senilai Rp 3.304.376.000 atau Rp 3,3 miliar dari hasil sendiri.

Baca juga: Ratusan Monyet Liar Masuk ke Pemukiman Warga di Jalan Pala Tebingtinggi

Harta tersebut berupa 3 bidang tanah dan bangunan di Kota Medan yang berturut-turut senilai Rp 500 juta, Rp 1,97 miliar, dan Rp 825 juta.

Kemudian Wali Kota Tebingtinggi itu melaporkan dua unit alat transportasi berupa mobil Toyota Fortuner tahun 2013 senilai Rp 240 juta dan Toyota Innova tahun yang sama senilai Rp 170 juta.

Tak hanya itu, Umar juga memiliki harta bergerak senilai Rp 33 juta, dan kas atau setara kas sebesar Rp 1.833.222.182 atau Rp 1,8 miliar.

Umar yang merupakan penerus abangnya, Abdul Hafis Hasibuan - Wali Kota Tebingtinggi sebelumnya, bukanlah satu-satunya pejabat eksekutif yang memiliki kenaikan harta kekayaannya di masa Pandemi Covid-19.

Baca juga: Wali Kota Tebingtinggi Turun Tangan Bagikan Bantuan Sosial Tunai Kepada Warga Terdampak Covid-19

Deputi Pencegahan dan Monitoring KPK Pahala Nainggolan dalam webinar bertajuk 'Apa Susahnya Lapor LHKPN Tepat Waktu & Akurat" yang disiarkan saluran YouTube KPK RI, Selasa (7/9/2021) menyebut banyak pejabat mengalami hal serupa.

"Kita amati juga selama pandemi setahun terakhir ini, itu secara umum penyelenggara negara 70 persen hartanya bertambah. Kita pikir pertambahannya masih wajar," kata Pahala.

Menurut Pahala, para pejabat negara yang mengalami penurunan harta yakni mereka yang berasal dari kalangan pengusaha. Ia menduga selama pandemi COVID-19, pejabat negara sekaligus pebisnis itu merupakan pihak yang terdampak pandemi.

"Tapi ada 22,9 persen yang justru menurun. Kita pikir yang pengusaha, yang bisnisnya surut atau bagaimana," terangnya.

Pahala menyebut, berdasarkan hasil analisa tim monitoring KPK, mayoritas pejabat negara hartanya bertambah sekitar Rp1 miliar selama pandemi.

"Kita cuma ingin melihat apakah ada hal yang aneh dari masa pandemi ini. Ternyata kita lihat kenaikan terjadi, tapi penurunan terjadi dengan statistik seperti ini rata-rata bertambah Rp1 miliar, sebagian besar di tingkat Kementerian, DPR meningkat juga dan seterusnya," kata dia.(alj/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved