Breaking News:

Jelang Ujian SKD, BKD Karo Ingatkan Peserta Melengkapi Persyaratan dan Jangan Percaya Hoaks

Pihaknya juga mengingatkan kepada para peserta agar tidak mudah percaya dan termakan isu yang tidak benar menjelang ujian.

Penulis: Muhammad Nasrul | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN MEDAN/Muhammad Nasrul
Kabid Pengembangan ASN BKD Pemkab Karo Andri Putra Meliala, saat ditemui di Kantor BKD Pemkab Karo, Jalan Jamin Ginting, Kabanjahe, Senin (4/10/2021). 

TRIBUN-MEDAN.com, KARO - Proses seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karo akan memasuki tahapan selanjutnya.

Berdasarkan informasi yang didapat, para peserta CPNS akan mengikuti ujian Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) pada Rabu (6/10/2021) hingga Sabtu (9/10/2021) mendatang.

Baca juga: Dirut PUD Pasar Temukan Lapak Liar di Areal Pasar Kemiri, 500 Lapak Pedagang Dikelola Oknum Tertentu

Untuk itu, menjelang ujian yang akan dilakukan mulai lusa Kepala Bidang (Kabid) pemberdayaan Aparatur Sipil Negara (ASN) BKD Pemkab Karo Andri Putra Meliala, kembali mengingatkan kepada peserta agar tak lupa melengkapi persyaratan yang diminta.

Seperti kartu peserta, alat tulis, persyaratan bukti bebas dari Covid-19, dan lainnya.

"Kita imbau kepada peserta agar membaca pengumuman dengan baik, dan jangan sampai ketinggalan berkas yang harus dibawa," ujar Andri, saat ditemui di Kantor BKD Pemkab Karo, Jalan Jamin Ginting, Kabanjahe, Senin (4/10/2021).

Selain itu, pihaknya juga mengingatkan kepada para peserta agar tidak mudah percaya dan termakan isu yang tidak benar menjelang ujian.

Mulai dari oknum yang menjanjikan bisa meloloskan ujian, hingga oknum tidak bertanggung jawab yang mengatakan jika di dalam harus membawa persyaratan tambahan.

Baca juga: Didoakan Berjodoh, Terkuak Ini yang Ariel NOAH & Dina Lorenza Lakukan Saat Bertemu, Kepergok Begini

"Jangan tergiur terhadap tawaran yang diberikan di luar sana. Termasuk hal kecil ada yang menawarkan barang yang harus dibawa di dalam seperti map. Itu sebenarnya tidak perlu, tapi kadang ada oknum yang mendesak untuk mencari keuntungan," ungkapnya.

Ketika ditanya mengenai peranan BKD saat di lokasi ujian, dijelaskan Andri jika pihaknya hanya bertugas di bagian administrasi saja.

Seperti mengarahkan peserta, kemudian menerima di pendaftaran, namun untuk pengawas sudah diatur jika hanya bisa dilakukan oleh tim dari Badan Kepegawaian Negeri (BKN) regional saja.

"Kalau di lokasi luar ujian itu tanggung jawab BKD Pemda, tapi kalau untuk di dalam lokasi ujian itu tanggung jawab BKN. Jadi kami hanya persiapan di lokasi registrasi ulang peserta," ucapnya.

Diketahui, menjelang ujian yang dilaksanakan pada lusa peserta harus membawa hasil bebas Covid-19 di seperti rapid antigen yang memiliki masa berlaku selama 1x24 jam, dan hasil tes PCR yang berlaku selama 2x24 jam.

Jika nantinya ada peserta yang terindikasi reaktif, maka tim dari BKN akan melakukan isolasi sementara peserta tersebut.

Baca juga: Mantannya Nyinyiri Nikah Siri Lesti, Kiki The Potters Sindir Nikita Mirzani: Ngaku Pinter Sendiri

Jika nantinya peserta yang reaktif dinyatakan bisa mengikuti ujian, maka akan dilakukan di tempat yang berbeda.

Sementara, jika peserta tersebut tidak bisa melanjutkan tes di hati itu juga, maka akan dilakukan penjadwalan ulang.

Nantinya, segala langkah yang akan dilakukan tetap sesuai dengan rekomendasi dari BKN regional.

(cr4/tribun-medan.com) 

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved