Breaking News:

Kedatangan Internasional di Bandara KNIA Segera Dibuka, Gubernur Sumut Minta Satgas Covid-19 Siaga

Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi minta Satgas Covid-19 siap siaga saat pintu kedatangan Internasional Bandara KNIA dibuka kembali

Penulis: Mustaqim Indra Jaya | Editor: Array A Argus
Tribun-medan.com/Anil
Penumpang sedang melakukan tes Covid-19 di Bandara Internasional Kualanamu, Deliserdang, Kamis (1/7/2021). (Tribun-medan.com/Anil) 

TRIBUN-MEDAN.COM,MEDAN - Gubernur Sumatra Utara, Edy Rahmayadi meminta Satgas Penanganan Covid-19 untuk bersiap, menindaklanjuti instruksi Pemerintah Pusat terkait rencana pembukaan pintu kedatangan internasional di Bandara Kualanamu.

Jajaran di Pemprov Sumut diminta untuk terus menjalin koordinasi dengan TNI dan Polri terkait rencana pembukaan kedatangan internasional tersebut.

Hal tersebut disampaikan Edy usai mengikuti rapat virtual dengan Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Panjaitan, beberapa hari lalu.

Baca juga: FANTASTIS, Harta Wali Kota Tebingtinggi Naik Rp 1 Miliar di Masa Pandemi Covid-19

"Untuk semuanya saya meminta ini semua untuk mempersiapkan segala arahan dan instruksi pusat dengan sebaiknya, dan berkoordinasi dengan Pangdam serta Kapolda Sumut," ucap Edy, Senin (4/10/2021).

Sementara Menko Luhut menginstruksikan, Pemprov Sumut dan Pemprov Bali, TNI dan Polri serta Angkasa Pura dalam mempersiapkan pembukaan pintu kedatangan wisatawan mancanegara di Bandara Kualanamu dan Bandara Ngurah Rai, yang diwacanakan pada bulan ini.

"Kita harus mempersiapkan dengan matang pembukaan kedatangan internasional ini. Dan kita harus melihat kondisinya juga, kalau masih meningkat angka Covid-19 ini, saya rasa tidak bisa kita laksanakan pada bulan ini," ucap Luhut, Sabtu (2/10/2021).

Baca juga: Bobby Nasution akan Perbanyak Titik Vaksinasi Covid-19 untuk Tenaga Kerja, Kelurahan Bersiap

Dijelaskannya, dibukanya kedatangan internasional, maka pihak Imigrasi nantinya yang akan mendata segala administrasi kunjungan WNA dan WNI. 

Sedangkan, TNI dan Polri bertugas sebagai pengamanan dan isolasi terpusat. Sementara pemerintah daerah dan Angkasa Pura bertugas melakukan tes dan tracing.

Ia juga ingin memastikan kesiapan pemerintah daerah terhadap dampak yang akan muncul dari dibukanya pintu kedatangan internasional.

Sebab, dari data penerbangan di Bandara Soekarno Hatta yang kedatangan intrnasional dibuka dua pekan lalu, terjadi peningkatan kurva Covid-19 di Jakarta.

"Makanya itu saya minta dipersiapkan dengan baik terutama dari aspek kapasitas tes di bandara, serta antisipasi kerumunan di Bandara nantinya," sebutnya.(ind/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved