Breaking News:

Terdakwa Terpapar Covid-19, Sidang Dugaan Korupsi Kredit Fiktif Rp 8,1 Miliar Ditunda

Saat dikonfirmasi usai sidang, JPU Bambang Winanto menuturkan kalau terdakwa terpapar Covid-19.

TRIBUN MEDAN/GITA
Sidang perkara dugaan korupsi kredit fiktif, dengan terdakwa mantan Supervisor Penunjang Bisnis (SPB) pada PT Bank BRI (Persero) Tbk Kantor Cabang Pembantu (KCP) Kabanjahe James Tarigan ditunda, Senin (4/10/2021) 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN -  Sidang perkara dugaan korupsi kredit fiktif, dengan terdakwa mantan Supervisor Penunjang Bisnis (SPB) pada PT Bank BRI (Persero) Tbk Kantor Cabang Pembantu (KCP) Kabanjahe James Tarigan ditunda di Pengadilan Tipikor Medan, Senin (4/10/2021)

Setelah mendapatkan informasi kalau terdakwa James Tarigan sedang dirawat inap di RSU Royal Prima Medan karena terpapar Covid-19, Majelis Hakim yang diketuai Sulhanuddin pun menunda persidangan pekan depan dengan agenda jawaban JPU atas eksepsi penasihat hukum (PH) terdakwa.

"Kemarin kita sudah membantar status penahanan terdakwa. Jadi masih sakit dia? Di rumah sakit mana? O, kalau gitu kapan dia sehat? Hadirkan lagi di persidangan," kata hakim kepada JPU dari Kejati Sumut. 

Saat dikonfirmasi usai sidang, JPU Bambang Winanto menuturkan kalau terdakwa terpapar Covid-19.

Baca juga: Momen Tak Terlupakan Ketika Aksi Presiden Jokowi Main Bola Pada Pembukaan PON XX Papua

"Iya kena Covid dia (terdakwa). Sejak Jumat (1/10/2021) baru lalu. Bisa jadi 2 minggu masa penyembuhannya," ucapnya.

Diketahui bahwa, James Tarigan diadili dalam perkara korupsi senilai Rp 8,1 miliar terkait pemberian fasilitas Kredit Modal Kerja (KMK) kepada para debitur/nasabah disinyalir fiktif.

Tim JPU dari Kejati Sumut Bambang Winanto dan Oktresia Sihite dalam dakwaan menguraikan, terdakwa James sejak tahun 2014 sampai bulan September 2017 sebagai SPB dan bawahannya langsung Yoan Putra (berkas penuntutan terpisah) sebagai petugas Administrasi Kredit (AdK) dipercayakan mengurusi fasilitas KMK kepada debitur/nasabah yang memerlukan modal tambahan untuk usaha.

"Sejumlah nama debitur/nasabah yang diusulkan terdakwa kemudian disetujui Pimpinan Cabang (Pinca) BRI KCP Kabanjahe dengan sistem elektronik Loan Approval Sistem (LAS)," kata Jaksa.

Data KMK langsung terbentuk ke rekening debitur/nasabah yang terkoneksi dengan sistem BRINETS dan hanya dapat diaktifkan oleh terdakwa James Tarigan saat adanya Instruksi Pencairan Kredit (IPK) dengan lebih dahulu membandingkan / mencocokkan berkas pinjaman manual debitur/nasabah dengan data statis debitur/nasabah  dalam sistem BRINETS.

Untuk rekening debitur/nasabah yang sudah aktif dapat melakukan penarikan uang KMK sewaktu-waktu sesuai nilai kelonggaran tarik kredit.

Baca juga: Anggota DPRD Dahman Sirait Mengaku Jadi Penjamin Rekanan Proyek Peningkatan Jalan di Tanjungbalai

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved