Breaking News:

Polemik Jabatan Wali Kota Siantar

Hefriansyah Noor tak Mau Berhenti Sebagai Wali Kota Siantar: Kami Punya Hak Konstitusi

Hefriansyah Noor tak mau berhenti sebagai Wali Kota Siantar sebelum masa jabatannya benar-benar habis. Dia mengaku punya hak konstitusi

Penulis: Alija Magribi | Editor: Array A Argus
TRIBUN MEDAN/ALIJA MAGRIBI
Hefriansyah Noor menegaskan dirinya tak akan mundur sebagai Wali Kota Siantar sebelum masa jabatannya habis, Selasa (5/10/2021).(TRIBUN MEDAN/ALIJA MAGRIBI) 

TRIBUN-MEDAN.COM,SIANTAR- Hefriansyah Noor menegaskan dirinya tak mau berhenti sebagai Wali Kota Siantar.

Alasannya jelas, karena masa jabatannya belum habis, dan akan berakhir pada 22 Februari 2022.

Saat dimintai tanggapannya soal rekomendasi DPRD Siantar menyangkut pemberhentiannya sebagai Wali Kota Siantar, mengingat sudah ada pemenang Pilkada 2020 lalu yang terpilih sebagai Wali Kota Siantar baru, Hefriansyah Noor menyebut dirinya tak mau berandai-andai. 

"Aku orangnya realistis. Kita hidup jangan berandai-andai. Aku orangnya enggak mau menghindari segala sesuatu. Kalau aku diundang ke DPRD, maka aku hadir atas nama konstitusi," kata Hefriansyah Noor, Selasa (5/10/2021).

Baca juga: Hefriansyah Noor Malah Ajak Foto Usai Diperiksa Polda Sumut, Enggan Beri Komentar

Hefriansyah menyampaikan, bahwa DPRD Siantar memiliki peran yang diatur dalam konstitusi terkait pengawasan, legislasi, dan anggaran.

Namun Wali Kota dan Wakil Wali Kota sebagai lembaga eksekutif juga memiliki hak konstitusi yang juga diatur dalam undang-undang.

"Kami juga punya hak konstitusi. Mana kala kami diberi amanah oleh Mendagri masa jabatan kami 22 Februari 2017 sampai 22 Februari 2022," ujar Hefriansyah didampingi Wakil Wali Kota Togar Sitorus.

Disinggung mengenai tanggapannya bila diberhentikan sebelum periodesasi kepemimpinan kepala daerah, yakni 5 tahun, Hefriansyah Noor mengingatkan ada dasar konstitusi yang harus dipatuhi lembaga negara.

"Aku enggak pandai berandai-andai. Kita usahakan bertindak berdasarkan konstitusi," tegas Hefriansyah yang kemudian memasuki mobil dinas.

Baca juga: Hari Ini Wali Kota Siantar Hefriansyah Noor Jalani Pemeriksaan di Polda Sumut

Hefriansyah bersama Togar Sitorus memenuhi undangan rapat Paripurna IX Pengusulan Pemberhentian Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pematangsiantar Periode 2017-2022.

Rapat ini dilaksanakan sebagai usul pemberhentian keduanya mengingat masa jabatan akan segera berakhir.

DPRD Pematangsiantar melalui Sekretaris Dewan Eka Hendra dalam pidato menyampaikan pengusulan pemberhentian Hefriansyah dan Togar Sitorus akan disampaikan ke Menteri Dalam Negeri melalui Gubernur Sumatera Utara.

"Pemberhentian Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pematangsiantar akan disampaikan ke Menteri Dalam Negeri melalui Gubernur Sumatera Utara. Apabila ada kekeliruan dalam putusan ini akan dilaksanakan semestinya," ujar Eka.

Baca juga: Akhir Masa Jabatan Hefriansyah Noor Sebagai Wali Kota Siantar Belum Jelas

Rapat Paripurna berlangsung beberapa kali interupsi oleh anggota dewan sendiri.

Salah satu suara datang dari anggota Fraksi Partai Demokrat, Metro Hutagaol yang meminta agar pengusulan pemberhentian mematuhi undang-undang Nomor 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.

Permintaan tersebut, kata Metro, harus atas nama DPRD Pematangsiantar.

"Saya ingin menegaskan agar kita cermat untuk menindaklanjuti UU No. 23 tahun 2014 khususnya Pasal 78 dan pasal 79," kata Metro.

Baca juga: Inilah Poin-poin Pemicu Pemakzulan Wali Kota Siantar Hefriansyah Noor

Sekadar informasi, polemik kepala daerah Pematangsiantar ini berawal dari Kota Pematangsiantar ikut menjalani Pilkada 9 Desember 2021, di mana pasangan (Alm) Asner Silalahi dan dr Susanti Dewayani mengalahkan kolom kosong.

Susanti yang menjadi Calon Wakil Wali Kota Pematangsiantar Terpilih terganjal karena periodesasi Kepemimpinan Wali Kota Hefriansyah dan Wakil Wali Kota Togar Sitorus belum habis dari waktu normal kepala daerah 5 tahun.(alj/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved