Breaking News:

Pemuka Agama Resah dengan Maraknya Judi Togel dan Prostitusi di Samosir

Pemuka agama di Kabupaten Samosir menyesalkan masih masifnya praktik judi jenis togel dan prostitusi di Kabupaten Samosir.

HO / Tribun Medan
Tokoh Agama di Kabupaten Samosir 

TRIBUN-MEDAN.COM, SAMOSIR - Pemuka agama di Kabupaten Samosir menyesalkan masih masifnya praktik judi jenis togel dan prostitusi di Kabupaten Samosir.

Keresahan ini disampaikan oleh Pastor Kepala Paroki Tomok Kabupaten Samosir Keuskupan Agung Medan Sabat Saulus Nababan, Praeses Distrik VII HKBP Samosir Pendeta Rein Justin Gultom dan Ketua MUI Kabupaten Samosir, Ustadz Erwansyah.

Kepada Tribun Medan, ketiganya menyampaikan kiranya penegak hukum dalam hal ini Polres Samosir supaya bertindak memberantas perjudian dan prostitusi tersebut.

Ketua MUI Kabupaten Samosir, Istadz Erwansyah yang pertama kali bertemu dengan Tribun Medan menyampaikan sangat menentang adanya prostitusi serta praktik judi togel di Kabupaten Samosir, yang anehnya malah ditemukan tidak jauh dari Kantor Polres Samosir.

"Saya secara pribadi atau pun lembaga ini, sangat bertentangan dengan hati nurani. Kenapa, karena itu perbuatan asusila yang memang tidak layak ada di Indonesia ini apalagi di Tanah Batak ini karena bertentangan dengan ajaran leluhur," ujar Ketua MUI Samosir Ustadz Erwansyah ditemui di kediamannya, di Kelurahan Tuktuk Siadong Kecamatan Simanindo Samosir, Jumat (30/09/2021).

Menurutnya, prostitusi dan judi selalu terjadi Kabupaten meski telah diberantas. Suburnya judi dan prostitusi di Samosir kata Erwansyah karena kurangnya kesadaran dari masyarakat, baik pemerintahan terlebih penegak hukum khususnya kepolisian yang memiliki wewenang untuk menindak.

Erwansyah meyanpaikan dengan tegas, prostitusi dan judi tidak layak di Kabupaten Samosir. Bila tetap dibiatkan maka akan menjadi penyakit yang terus menerus menggerogoti orang di Samosir yang sebelumnya merasa risih lama-lama akan memandang hal itu sebagai hal lumrah.

"Yang dulunya kan dianggap tabu, nah nanti kan kalau dibiarkan malah akan jadi dianggap biasa. Dan masyarakat itu akan merasa biasa dan tidak lagi tabu terhadap judi dan prostitusi yang jelas-jelas bertentangan dengan adat istiadatnya orang Batak," kata Ustadz Erwansyah.

Dalam hal ini, Ustadz Erwansyah berharap agar tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat bahu membahu meniadakan judi dan prostitusi dari Kabupaten Samosir.

Terutama penegak hukum dalam hal ini kepolisian yang diharapkan masyarakat dapat serius bekerja menghilangkan judi dan prostitusi dari Samosir.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved