Breaking News:

Polres Labuhanbatu Tangkap Pasutri Pengedar Narkoba : Pengakuannya Dibayar Rp 1 juta

Rudi yang merupakan warga Labura rela mengirimkan barang haram tersebut ke Rantauprapat dikarenakan di upah Rp 1 juta oleh AK. 

Penulis: Alif Al Qadri Harahap | Editor: Ayu Prasandi
HO
Dua orang tersangka kepemilikan narkotika diamankan oleh satuan reserse Narkoba Polres Labuhanbatu.  

TRIBUN-MEDAN.com, LABUHANBATU - Satuan Reserse Narkoba Polres Labuhanbatu berhasil IKS alias Indah (26) warga Jalan Tjikditiro, Kelurahan Sirandorung, Kecamatan Rantau Utara, Kabupaten Labuhanbatu seorang bandar narkoba. 

Selain Indah, polisi juga berhasil mengamankan F alias Rudi(33) warga Jalan Protokol, Kelurahan kampung Pajak, Kecamatan NA IX - X, Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura). 

Baca juga: Polisi Telah Melakukan Penyidikan Terkait Dugaan Rudapaksa Terhadap Remaja 14 Tahun

Saat dikonfirmasi, Kasat Narkoba Polres Labuhanbatu, Martualesi Sitepu menjelaskan Indah merupakan istri dari salah satu tersangka yang saat ini masih DPO.

"Dimana peran Indah menjadi bandar kecil yang dimana pemasoknya adalah AK yang bukan lain suaminya sendiri," ujar Kasat Narkoba Polres Labuhanbatu itu, Selasa(5/9/2021). 

Martualesi mengatakan, penangkapan itu berdasarkan hasil penyelidikan yang dilakukan timnya selama sepekan. 

"Setelah dilakukan penyelidikan, kedua tersangka kami amankan pada Senin (27/9/2021) di depan SPBU Jalan Adam Malik, Rantauprapat," katanya. 

Katanya, Rudi yang merupakan warga Labura rela mengirimkan barang haram tersebut ke Rantauprapat dikarenakan di upah Rp 1 juta oleh AK. 

"Rudi merupakan kurir suruan si AK. Pengakuannya di bayar Rp 1 juta yang akan di bayar oleh Indah," jelasnya. 

Sedangkan Indah mengaku menjual barang haram tersebut baru kali pertama dengan alasan mengalami kesulitan ekonomi setelah hidup berpisah dengan AK yang merupakan buronan polisi. 

Baca juga: Ayo Buruan, Ada Promo Cashback Hingga Rp. 1 Juta di Erafone Untuk Pembelian Samsung Series

"Meskipun baru menikah 6 bulan, keduanya terpaksa berpisah karena AK buronan kami," ujarnya. 

Indah mengaku membeli barang haram tersebut darj suaminya seharga Rp 430 ribu per gram, dan di jual dengan harga Rp 470 ribu pergramnya. 

Akibat perbuatannya, kedua pelaku di jerat dengan pasal 114 ayat 2 subsider pasal 112 ayat 2 undang-undang narkotika tahun 2009. 

"Dengan hukuman maksimal 20 tahun penjara," pungkasnya. 

(cr2/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved