Breaking News:

Stabilkan Harga Pakan Ternak, Bulog Sumut Akan Serap Jagung Petani

Dikatakan Arif, untuk harga jual ke peternak ada penurunan harga yang sebelumnya berada di harga Rp 5.200 per kilogram.

Penulis: Kartika Sari | Editor: Eti Wahyuni
Ilustrasi 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Perum Bulog resmi ditugaskan sebagai penyalur subsidi jagung yang akan disalurkan kepada peternak ayam petelur. Saat dikonfirmasi kepada Kepala Bulog Sumut, Arif Mandu membenarkan akan ada penyaluran subsidi jagung.

"Saat ini kita masih menunggu (pusat) untuk penetapan harga beli ke petani dan untuk harga jual ke peternak sebesar Rp 4.500 per kilogram," ungkap Arif, Selasa (5/10/2021).

Dikatakan Arif, untuk harga jual ke peternak ada penurunan harga yang sebelumnya berada di harga Rp 5.200 per kilogram.

Baca juga: Bulog Sumut Tunggu Penetapan Harga Beli Jagung Petani, Harga Jual Rp 4.500 Per Kilogram

Dalam hal ini, produk jagung akan menjadi kali pertama Bulog melakukan penyerapan dari petani. Maka dari itu, ia belum dapat menjelaskan secara teknis hingga keluar keputusan harga beli untuk di tingkat petani.

"Untuk penyerapan jagung ini akan kita ambil dari petani, pengepul yang punya stok banyak akan kita beli dan akan kita jual ke peternak seharga Rp 4.500 per kilogram," ujarnya.

Saat disinggung mengenai jadwal penetapan harga beli, Arif mengakui belum mendapatkan informasi dari Kementerian Perdagangan (Kemendag).

"Belum, kita sejauh ini masih menunggu. Artinya hanya pusat yang tahu kapan akan ditetapkan," pungkasnya.
Di sisi lain, peternak ayam petelur menyambut gembira adanya wacana penyaluran subsidi jagung kepada peternak seharga Rp 4.500

Sebelumnya, harga pakan ternak jagung melambung seharga Rp 5.800-an per kg.

"Kalau benar wacana ini ya kita sangat bersyukur sekali karena ini yang kita tunggu-tunggu sebab kebutuhan jagung kita yang semakin tinggi," ungkap Ketua Asosiasi Perhimpunan Peternak Petelur Sumatera Utara (P3SU), Fadhillah Boy, Selasa (5/10/2021).

Berdasarkan informasi dari Fadhillah, untuk di Sumatera Utara saat ini memiliki sekitar 17 juta ekor ayam dengan rata-rata konsumsi mencapai 850-1.000 ton per hari.

"Kalau saat ini untuk stok kita masih kekurangan ya, karena selalu berebut jagung kita," ujarnya.

Terkait hal ini, Fadhillah juga menaruh perhatian agar wacana subsidi jagung tidak hanya berfokus ke harga namun juga stok. Ia menilai semua akan sia-sia jika stok untuk jagung lokal tidak dapat terpenuhi.

"Jagung lokal ini kan tidak selalu panen, tunggu 3-4 bulan sekali habis panen. Nah, semisalnya ada subsidi ini, apakah pemerintah akan membeli dari petani, karena saat ini sebelum subsidi kita beli ke langsung sekarang sudah sulit. Jadi kalau pemerintah mau beli harga mahal dan dijual ke kita dengan harga murah ya kita senang sekali," ucapnya.

Lanjutnya, Fadhillah menuturkan jika dirinya juga berharap agar kualitas jagung yang diberikan oleh Bulog Sumut sebagai penyalur jagung subsidi dapat sesuai dengan standar.

"Kalau untuk kualitas jagung yang bagus itu Jagung gunung ya dibanding jagung di daerah. Tapi secara umum semuanya masih bisa dipakai. Yang penting jagung ini kering, tidak berjamur, kalau memang sudah lama rontok dan dipanen saat musim hujan kan juga akan berpengaruh untuk kadar air di jagungnya," kata Fadhillah.

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved