Breaking News:

Alat Berat Angkut Endapan Abu Vulkanik dan Bebatuan dari Jalur Lahar Gunung Sinabung

Normalisasi jalur lahar sangat diperlukan karena saat ini dipenuhi oleh material sisa erupsi seperti endapan abu vulkanik, bebatuan, dan batang pohon.

Penulis: Muhammad Nasrul | Editor: Liston Damanik
TRIBUN MEDAN/MUHAMMAD NASRUL
Warga melintas di atas jalur laharan Gunung Sinabung di Desa Sukatendel, Kecamatan Tiganderket, belum lama ini. 

TRIBUN-MEDAN.com, KARO - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Karo berkoordinasi dengan Balai Sungai Provinsi Sumatera Utara untuk menormalisasi jalur lahar Gunung Sinabung.

Normalisasi jalur lahar sangat diperlukan karena saat ini dipenuhi oleh material sisa erupsi seperti endapan abu vulkanik, bebatuan dari gunung, hingga batang kayu.

Pendangkalan jalur lahar ini dapat mengancam lahan pertanian warga dan dapat memutus jalan saat terjadi luapan.

Kepala Dinas PUPR Karo Edward Sinulingga mengatakan, alat berat milik Pemkab dan Balai Sungai untuk melakukan pembersihan jalur laharan sudah dikerahkan. 

"Untuk laharan, sudah kita koordinasikan dan sudah kita lakukan normalisasi di sebagian jalur sungai," ujar , Rabu (6/10/2021).

Seperti diketahui, saat musim penghujan tiba tak jarang lahar dingin yang membawa material sisa aktivitas vulkanik Gunung Sinabung ikut terbawa arus sungai. Bahkan, saat debit air sudah cukup deras dan jalur sungai sudah penuh maka laharan meluap hingga ke lahan pertanian dan menutup akses jalan antar kecamatan.

Salah satu kecamatan yang sering kali terdampak lahar dingin adalah Kecamatan Tiganderket. Di kecamatan ini, aliran sungai dari kaki Gunung Sinabung melintasi beberapa desa seperti Desa Sukatendel, dan beberapa desa lainnya yang juga dilintasi sungai.

Meskipun daerah yang terdampak ini merupakan wewenang dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karo, namun ternyata untuk urusan yang berkaitan dengan sungai merupakan wewenang balai sungai. Untuk itu, berdasarkan penjelasan Edward dalam hal normalisasi ini pihaknya tetap bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi.

"Ya, memang letaknya di Kabupaten Karo. Tapi kalau sungainya itu ranah dari balai. Makanya dalam melakukan pembersihan material laharan ini, kita bekerjasama dengan pihak Balai," ucapnya.  (cr4/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved