Breaking News:

Suara Suporter

Bersyukur Ayam Kinantan Turun ke Gelanggang Lagi

Setelah berkutat di medan latihan tanpa tujuan pasti, akhirnya harapan itu tiba juga. 

Tribun Medan/Ilham fazrir Harahap
Ketua SMeCK Hooligan Lawren Simorangkir 

Oleh: Ketua SMeCK Hooligan, Lawren Simorangkir 

Laksana jentayu menantikan hujan. Begitulah gambaran suasana hati para pemain PSMS Medan. Setelah berkutat di medan latihan tanpa tujuan pasti, akhirnya harapan itu tiba juga. 

Latihan rutin sebelum gelanggang sebenarnya dihelat, sudah hampir sama banyaknya dengan jadwal makan dan minum obat. Berkunjung ke sana ke mari untuk uji tanding demi mengukur kekuatan juga sudah dilakukan. 

Induk sepakbola nasional PSSI dan operator liga PT LIB sudah berniat. Pemerintah yang bertindak sebagai 'pawang' pandemi juga sudah memberi restu liga digelar. 

Meski PSMS Medan akan bermain terlambat karena terkendala izin dari pemerintah yang digawangi Menteri Koordinator Perekonomian, Airlangga Hartarto, saya tetap bersyukur Ayam Kinantan akhirnya turun gelanggang (lagi). 

Hukum alam adalah satu ketetapan dalam sepakbola. Kematangan ditentukan dari proses yang tak singkat. Menabur benih, menyemai, menanam, memupuk, sebelum akhirnya memanen hasil. 

Panen yang 'gemah ripah' ditentukan dari proses ini. Sepak bola juga demikian. Sebab di lapangan hijau, racik taktik dari otak pelatih tidak hanya diterjemahkan seorang pemain saja. Kesebelasan harus bersenyawa dalam merancang taktik, gaya permainan, dan menyiapkan ledakan yang menghentak tim lawan.

Main ke luar kandang, menurut saya, seharusnya dilakukan juga dengan persiapan yang matang. Termasuk faktor teknis dan non teknis. Misalnya, jarak tempuh keberangkatan menuju gelanggang 'bentrok' antara PSMS Medan dan Tiga Naga di Stadion Gelora Sriwijaya, Jakabaring, Palembangg, Kamis (7/10/2021) besok. 

Seharusnya, jauh sebelum jadwal bertanding, skuat tempur Ayam Kinantan sudah tiba di Palembang. Biar 'pasukan' sempat mendapatkan istirahat yang cukup. 

Saya pun merasa tidak punya kapasitas untuk memprediksi laga bentrok besok. Tapi sekali lagi saya bersyukur tim kesayangan PSMS Medan bisa turun gelanggang lagi, meski harus nonton lewat televisi. 

Harapan saya, dan pastinya pecinta sepak bola Kota Medan, digantungkan pada pundak 26 penggawa pasukan Ayam Kinantan. Semoga raihan tiga poin bisa didapatkan demi cita-cita luhur, naik kasta ke Liga 1. Terakhir, sambutlah pekik dari saya. Salam Rap-rap!!! 

(cr12/tribun-medan.com) 

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved