Breaking News:

Gerak Tutup TPL

BREAKINGNEWS Aliansi Gerak Tutup TPL Berunjuk Rasa di Kantor Bupati Toba

Seruan Tutup TPL yang di senandungkan oleh para demonstran menyeruak di areal Monumen Pahlawan Nasional DI Panjaitan.

Penulis: Maurits Pardosi | Editor: Royandi Hutasoit
HO / Tribun Medan
Ratusan demonstran yang tergabung dalam Aliansi Gerak Tutup TPL berjalan dari Tugu Monumen Pahlawan Nasional DI Panjaitan pada Rabu (6/10/2021).  

TRIBUN-MEDAN.com, TOBA - Ratusan warga yang tergabung dalam Aliansi Gerakan Rakyat (Gerak) Tutup TPL berjalan dari areal Tugu DI Panjaitan berjarak sekitar 1 Kilometer menuju Kantor Bupati Toba.

Dalam spanduk, para demonstran telah menuliskan 7 tuntutan yang mereka usung. Pertama, hentikan operasional PT Toba Pulp Lestari di Tano Batak.

Kedua, cabut izin konsesi PT TPL dari Tano Batak. Ketiga, wujudkan reforma agraria sejati, kembalikan tanah-tanah adat kepada masyarakat adat. Keempat, lindungi kemenyan sebagai tanaman endemic.

Kelima, hentikan kriminalisasi dan intimidasi kepada masyarakat adat. Keenam, selamatkan Tano Batak dari limbah perusahaan-perusahaan yang merusak lingkungan Danau Toba.

Ketujuh, selamatkan hutan Tano Batak dari aktifitas penggundulan hutan.

Seruan Tutup TPL yang di senandungkan oleh para demonstran menyeruak di areal Monumen Pahlawan Nasional DI Panjaitan.

Gerakan Rakyat (Gerak) Tutup TPL yang datang dari berbagai daerah di kawasan Danau Toba sambil menyerukan Tutup TPL sudah berkumpul di Kota Balige dan akan bergerak ke Kantor Bupati Toba.

Terlihat sejumlah orang tua dan kaum muda sudah tiba di areal titik kumpul. Tudingan yang dinilai kebiadaban TPL pun silih berganti dilontarkan.

Sekretaris Aliansi Gerak Tutup TPL Jhontoni Tarihoran dalam orasinya mengisahkan bagaimana kerusakan lingkungan telah terjadi sejak PT TPL berdiri di Toba.

"Sudah 30 tahun TPL berdiri, kita hanya merasakan bagaimana kerusakan. Bahkan TPL itu Tim Perusak Lingkungan," ujar Jhontoni Tarihoran dalam orasinya pada Rabu (6/10/2021).

Ia juga menyampaikan bahwa seluruh peserta demo bersatu. Para demonstran menggunakan ulos dan masker dengan  tulisan, "Tutup TPL".

Pihak yang akan mulai bergerak ke kantor bupati Toba dengan  jarak kira-kira 1 kilometer dari Tugu Makam Revolusi Nasional DI Panjaitan.

Disebutkan, Aliansi Gerak Tutup TPL terdiri dari beberapa komunitas; komunitas masyarakat adat, kelompok tani, mahasiswa, dan masyarakat kawasan Danau Toba.

"Kami meminta agar Pemerintah Republik Indonesia mendukung dan bekerjasama dan menyelamatkan Tano Batak menjadi ruang hidup yang aman dan nyaman bagi seluruh semua mahluk," pungkasnya.

(cr3/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved