Breaking News:

Gubernur Sumut Terbitkan Ingub Soal Belajar Tatap Muka, Ini Isinya

Gubernur Sumut Edy Rahmayadi menerbitkan Instruksi Gubernur (Ingub) terkait proses pembelajaran tatap muka di sekolah

Penulis: Mustaqim Indra Jaya | Editor: Array A Argus
TRIBUN MEDAN/MUSTAQIM INDRA JAYA
Gubernur Sumut Edy Rahmayadi saat diwawancarai di depan Aula Tengku Rizal Nurdin, Jalan Sudirman Medan, Rabu (6/10/2021).(TRIBUN MEDAN/MUSTAQIM INDRA JAYA 

TRIBUN-MEDAN.COM,MEDAN - Gubernur Sumatra Utara, Edy Rahmayadi mengeluarkan Instruksi Gubernur (Ingub) Nomor 188.54/43/INST/2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 3, Level 2 dan Level 1 serta Mengoptimalkan Posko Penanganan Corona Virus Disease 2019 di Tingkat Desa dan Kelurahan untuk Pengendalian Penyebaran Covid-19.

Ingub tertanggal 4 Oktober 2021 itu dikeluarkan menindaklanjuti Instruksi Mendagri (Inmendagri) Nomor 48 tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 4, Level 3, Level 2, Level 1 serta Mengoptimalkan Posko Penanganan Corona Virus Disease di Tingkat Desa dan Kelurahan Untuk Pengendalian Penyebaran Covid-19 di Wilayah Sumatera, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku dan Papua.

Ingub tersebut ditujukkan kepada seluruh bupati maupun wali kota yang ada di Sumut dan berlaku mulai tanggal 5 Oktober 2021 hingga 18 Oktober 2021.

Baca juga: Medan Terapkan Pembelajaran Tatap Muka Mulai Pekan Depan, Vaksinasi Pelajar Hampir 50 Persen

Salah satunya soal pelaksanaan pembelajaran di satuan pendidikan. 

Pada Diktum Ketiga dijelaskan bagi daerah yang menerapkan PPKM Level 3, bahwa pelaksanaan pembelajaran di satuan pendidikan dapat dilakukan melalui pembelajaran tatap muka (PTM) dan/atau pembelajaran jarak jauh (PJJ) berdasarkan Keputusan Bersama, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan dan Mendagri.

Bahwa PTM terbatas dilaksanakan dengan kapasitas maksimal 50 persen, kecuali SDLB, MILB, SMPLB, SMALB dan MALB maksimal 62 persen hingga 100 persen dengan menjaga jarak minimla 1,5 meter dan maksimal lima peserta didik per kelas.

Baca juga: Sejumlah Kepsek dapat Pesan Larangan Pembelajaran Tatap Muka, Begini Penjelasan MKKS Kota Medan

PAUD maksimal 33 persen dengan menjaga jarak minimal 1,5 meter dan maksimal lima peserta didik per kelas.

Sedangkan pada Diktum Keempat, bagi wilayah yang menerapkan PPKM Level 2 dan Level 1, pelaksanaan kegiatan belajar mengajar untuk wilayah Zona Hijau dan Zona Kuning disesuaikan dengan pengaturan teknis dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi dengan Protokol Kesehatan (Prokes) lebih ketat.

Untuk wilayah di Zona Oranye, pembelajaran di satuan pendidikan dapat dilakukan melalui PTM dan/atau PJJ berdasarkan Keputusan Bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan dan Mendagri.

Sedangka bagi wilayah Zona Merah pelaksanaan pembelajaran di satuan pendidikan dilakukan melakui PJJ.(ind/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved