PON XX 2021 Papua

Tiga Atlet Biliar Lolos Semifinal, Sumut Berpeluang Dapat Tambahan Medali Emas

Kontingen Sumatera Utara gagal menambah medali pada pertandingan hari kelima PON ke-20 Papua 2021, Selasa (6/10/2021).

PB PON XX Papua/Rommy Pujianto
Pebiliar Sumut, Hotmarulis Simarmata bersiap melakukan pukulan di pertandingan caroom libre single PON ke-20 Papua 2021, di GOR biliar Mimika, Rabu (6/10/2021). 

TRIBUN-MEDAN.com, MERAUKE - Kontingen Sumatera Utara gagal menambah medali pada pertandingan hari kelima PON ke-20 Papua 2021, Selasa (6/10/2021).

Ketua rombongan Sumut untuk klaster Merauke, Sakiruddin didampingi Syaiful melaporkan, tiga pebiliar Sumut yakni Chandra Wijaya, Jaka Kurniawan dan Marlando Sihombing, akan bertanding di babak semifinal, pada Kamis (7/10/2021) besok.

Chandra Wijaya lolos ke semifinal nomor snooker berhadapan dengan Yansen (Papua), sementara Jaka akan menghadapi Jahja (DKI Jakarta) di nomor English Biliar. Di nomor yang sama, Marlando Sihombing akan tampil di semifinal melawan Adhi Braja (DKI Jakarta).

"Kita berharap Marlando dan Jaka tampil maksimal sehingga bisa memenangi laga semifinal, sekaligus mewujudkan terjadinya All Sumut Final di nomor English Biliar," kata Pelatih M Fadhil.

Tiga pebiliar Sumut lainnya,  Hotmaruli Simarmata, Jhony Chandra dan Penguan Hasiolan Sihombing juga lolos ke babak delapan besar.

Hotmaruli yang sudah menyumbangkan satu medali perak di caroom cushion, lolos ke 8 besar caroom libre, berhadapan dengan Tan Kong An (Jateng).

Di nomor yang sama, Jhonny Chandra berhadapan melawan Rudi Hasan yang merupakan wakil DKI Jakarta. Sementara Punguan Sihombing akan menghadapi atlet asal Aceh di nomor pool bola 8 single.

Diketahui, dari berbagai klaster tempat pelaksanaan PON Papua, beberapa atlet Sumut di beberapa disiplin olahraga sebenarnya ada yang tampil di babak final. Hanya saja, mereka harus mengakui keunggulan lawan–lawannya sehingga gagal naik podium.

Di cabor atletik yang digelar di klaster Mimika, andalan Sumut di nomor tolak peluru, M Syahrial Bakti harus puas  berada di tempat keempat dengan tolakan 14,7 m.

Medali emas diraih Irfan Toni (Jateng) 15,50m, perak untuk Roni Sisko (Jatim) 15,21 dan perunggu menjadi milik atlet Papua, Dalfinsen Sroyer (15,14m).

Sementara di cabor angkat besi yang digelar di Klaster Jayapura, lifter Sumut, Yolanda Putri yang bertanding di kelas 59 kg, sesuai penjelasan pelatihnya Sori Endah  Nasution, gagal bersaing dengan lawan-lawannya.

"Mohon maaf, Yola  gagal menampilkan penampilan terbaik. Setelah melakukan angkatan snatch 78 kg, ia tiga kali gagal melakukan angkatan 88kg di-clean jerk," ujarnya.

Tambahnya, penamilan Yola jauh dari yang diharapkan. Sebab selama ini di clean jerk, angkatan terbaiknya berada di angka 96 kg.

Dua pembalap Sumut, Dery Satio dan Dery Irfandi meski sudah memberi perlawanan maksimal, namun masih belum berhasil masuk peringkat tiga besar.

Deri Satio yang tampil lebih dulu di kelas standard U20, menjalani start kurang mulus, sehingga sejak awal lomba ia sudah tertinggal.

Sementara di kelas modifikasi U20, pembalap Deri Irfandi sempat memberi harapan. Hingga dua lap awal, ia mampu bertahan di rombongan besar. Namun memasuki lap ke empat ia tertinggal, dan akhirnya harus mengakui keunggulan lawan-lawannya.

Harapan Sumut menambah pundi medali masih sangat terbuka, khususnya dari cabor biliar yang bertanding di klaster Timika. (cr12/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved