Breaking News:

60 Persen Jemaat HKBP Pelaku UMKM, Butuh Dampingan untuk Tembus Pasar Global

... banyak pelaku UMKM yang juga jemaat HKBP berprofesi sebagai petani, nelayan, dan usaha-usaha kecil lainnya yang membutuhkan pendampingan.

Penulis: Kartika Sari | Editor: Eti Wahyuni
TRIBUN MEDAN/HO
Rapat kerjasama Asosiasi UMKM Sumut dengan HKBP di Gedung Raja Pontas Lumbantobing Kantor Pusat HKBP Pearaja Tarutung, Tapanuli Utara, Kamis (7/10/2021). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Pendataan UMKM saat ini kian gencar dilakukan di Sumatera Utara. Berkenaan dengan hal ini, Ketua Asosiasi UMKM Sumatera Utara, Ujiana Sianturi mengungkapkan jika pihaknya bekerjasama dengan Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) untuk mendata jemaat yang memiliki usaha.

"Hampir 60 persen jemaat HKBP di Sumut ini merupakan pelaku UMKM. Namun kita juga kita akan bekerjasama dengan lintas agama untuk ke depannya," ungkap Ujiana, Kamis (7/10/2021).

Dalam hal ini, banyak pelaku UMKM yang juga jemaat HKBP berprofesi sebagai petani, nelayan, dan usaha-usaha kecil lainnya yang membutuhkan pendampingan.

Dijelaskan Ujiana, kerjasama ini dilatarbelakangi dengan banyaknya para pelaku UMKM yang tidak mendapat bantuan lantaran tak terdata di dokumen negara.

"Banyak UMKM yang tidak mendapatkan sentuhan bantuan pemerintah karena setelah kita teliti ternyata usaha mereka tidak terdaftar di negara. Banyak UMKM bilang, selama Covid-19 tidak ada dapat bantuan. Jadi kita dari asosiasi jemput bola untuk bisa ambil bagian di HKBP itu sendiri," tutur Ujiana. 

Baca juga: Didampingi Ganjar Wapres Dialog dengan Pelaku UMKM Jateng

Dalam hal ini, Ujiana akan melakukan agenda terdekat dengan mendata para pelaku UMKM yang merupakan jemaat HKBP yang ditargetkan akan rampung dalam waktu dekat.

"Dalam waktu dekat kita akan lakukan pendataan kepada para pelaku UMKM yang belum terdata usahanya," kata Ujiana.

Ujiana menegaskan bahwa nantinya jemaat HKBP yang merupakan pelaku UMKM akan dibina agar dapat mendirikan usaha secara mandiri dan mampu menembus pasar internasional.

"Kita bimbing mereka selain untuk mendapat bantuan pemerintah juga akan kita bina secara mandiri untuk memasarkan produknya ke luar negeri," ucapnya.

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved