News Video

Kampus ITM Resmi Ditutup, Mahasiswa Mengeluh Ijazah Belum Keluar Selama 2 Tahun Terakhir

Zahra mahasiswi tingkat akhir Fakultas Perencanaan Wilayah Kota Institut Teknologi Medan ( ITM) Mengeluhkan ijazah miliknya.

Penulis: Anisa Rahmadani | Editor: Fariz

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Zahra mahasiswi tingkat akhir Fakultas Perencanaan Wilayah Kota Institut Teknologi Medan ( ITM)
Mengeluhkan ijazah miliknya bersama rekan seangkatannya belum keluar selama 2 tahun terakhir.

Pasalnya ia bersama seluruh teman seangkatannya sudah melakukan sidang ujian terakhir pada awal tahun 2020.

Namun karena adanya permasalahan dua belah pihak kampus membuat dirinya bersama rekan seangkatannya tidak bisa mendapatkan ijazah.

" Jadi sewaktu kami sudah sidang kampus kami mendapatkan surat peringatan pertama dari L2DIKTI karena adanya masalah dua belah pihak yayasan," ucapnya saat ditemui di Kampus ITM, Kamis (7/10/2021).

Kemudian dikatakan Zahra pihak kampus menyatakan akan bisa mendapatkan surat ijazah setelah 6 bulan dari peringatan tersebut.

Namun belum tuntas 6 bulan, L2DIKTI kembali memberi peringatan SP 2 dan SP 3 kepada lembaga kampus ITM.

" Kemarin alasan kampus harus nunggu 6 bulan dulu setelah SP 1 karena tidak ada yang bisa menanggungjawabi tanda tangan ijazah kami dan kata staf nomor ijazah kami belum terdaftar di L2DIKTI," ucapnya.

Hal serupa juga dikatakan oleh Nabila Mahasiswa tingkat akhir Fakultas Teknik ITM saat ditemui sore ini Kamis (7/10/2021).

Dijelaskan Nabila dirinya telah tiba di kampus pukul 10.00 pagi tadi namun hingga saat ini tidak ada satupun pihak fakultas yang bisa ditemui.

" Saya dari jam 10.00 tadi tapi tidak ada dosen atau staf yang datang ke kampus atau fakultas. Padahal kesini mau nanya ijazah saya yang dua tahun sudah tidak keluar prosesnya seperti apa," ucapnya.

Dikatakan Nabila bahwa pihaknya bisa mengambil ijazah apabila persyaratan lulus ujian mulai dari Jilid skirpsi dan hal lain sebagainya diberikan ke fakultas.

" Kemarin kata teman-teman yang ikut aksi di L2DIKTI yang akan menandatangani ijazah kami mereka dan persyaratan dari fakultas untuk segera melengkapi berkas bukti lulus ujian. Dan itu sudah saya bawa sekarang tapi Setelah persyaratan lengkap malah orang fakultas yang tidak ada," ucapnya.

Untuk itu baik Zahra maupun Nabila berharap agar ia bersama rekannya segera mendapatkan ijazah yang dua tahun ditunggu-tunggu.

" Kami mohon lah agar kampus ataupun fakultas mempermudah kami untuk pengambilan ijazah karena sudah dua tahun hak kami tidak diberikan. Sementara kami mau kerja tapi harus ada ijazah. Sekarang kami jadi pengangguran beban orangtua padahal gelar sudah kami dapatkan," ucap Nabila.

(cr5/tribun-medan)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved