Breaking News:

Lulusan Institut Teknologi Medan Minta Ijazah: Sudah 2 Tahun Tak Diberikan, Kami Mau Melamar Kerja!

Lulusan Institut Teknologi Medan masih mendatangi kampusnya, Kamis (7/10/2021), untuk menagih ijazah yang belum dikelurakan sejak dua tahun lalu. 

Penulis: anisa rahmadani | Editor: Liston Damanik
TRIBUN MEDAN/ANISA RAHMADANI
Zahra dan Nabila, lulusan Institut Teknologi Medan yang mengurus ijazah, Kamis (7/10/2021). Mereka belum mendapatkan ijazah sejak dua tahun lalu. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Lulusan Institut Teknologi Medan masih mendatangi kampusnya, Kamis (7/10/2021), untuk menagih ijazah yang belum dikelurakan sejak dua tahun lalu. 

Kementerian Pendidikan akhirnya mencabut izin kampus Institut Teknologi Medan (ITM) yang dikelola Yayasan Pendidikan dan Sosial Dwiwarna setelah konflik internal yayasan yang berkepanjangan.

Surat keputusan itu dikeluarkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud-Ristek) Republik Indonesia Nomor 438/E/O/2021 tanggal 4 Oktober 2021.

Zahra, sarjana Fakultas Perencanaan Wilayah Kota Institut Teknologi Medan mengatakan, dirinya termasuk dalam rombongan mahasiswa yang menjalani sidang meja hijau pada awal tahun 2020 silam. 

"Jadi, sewaktu kami sudah sidang, kampus kami mendapatkan surat peringatan pertama dari L2DIKTI  karena adanya masalah dua belah pihak yayasan," ucapnya.

Menurutnya, kampus sempat menyatakan akan mengeluarkan ijazah enam bulan setelah keluarnya surat peringatan itu. Namun, L2DIKTI kembali memberi surat peringatan kedua dan surat peringatan ketiga pada ITM.

Permasalahan serupa juga dialami oleh Nabila, lulusan Fakultas Teknik ITM. 

Nabila mengatakan, sempat beredar kabar bahwa lulusan yang hendak mengurus ijazah, diminta untuk membawa berbagai berkas ke fakultas.

"Kemarin, kata teman-teman yang ikut aksi di L2DIKTI, yang akan menandatangani ijazah kami mereka dan persyaratan dari fakultas untuk segera melengkapi berkas bukti lulus ujian. Tapi, setelah persyaratan lengkap malah orang fakultas yang tidak ada," ucapnya. 

Zahra dan Nabila berharap agar ia bersama rekannya segera mendapatkan ijazah yang dua tahun ditunggu-tunggu.

"Kami mohon lah agar kampus mempermudah kami untuk pengambilan ijazah. Sudah dua tahun hak  kami tidak diberikan. Kami mau melamar kerja, tapi tak ada ijazah. Sekarang kami jadi pengangguran, beban orangtua. Padahal gelar sudah kami dapatkan," ucap Nabila. (cr5/tribun-medan)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved