Breaking News:

Polisi Periksa 29 Saksi Terkait Dugaan Kasus Korupsi Pengadaan Sound System di Kabupaten Toba

Kasus dugaan korupsi pengadaan sound system pada Tahun Anggaran 2014 sekitar Rp 1 Miliar masih dalam tahap penyelidikan

Penulis: Maurits Pardosi | Editor: Royandi Hutasoit
MAURITS PARDOSI/ TRIBUN MEDAN
Kasat Reskrim Polres Toba AKP Nelson Sipahutar. 

TRIBUN-MEDAN.com, TOBA - Kasus dugaan korupsi pengadaan sound system pada Tahun Anggaran 2014 sekitar Rp 1 Miliar masih dalam tahap penyelidikan. Dalam proses tersebut, ada 29 saksi telah diperiksa oleh pihak Polres Toba.

"Dalam kasus ini, ada sebanyak 29 orang yang kita periksa di lingkungan Sekdakab Toba atas dugaan kasus korupsi pengadaan  barang pada tahun 2014 tersebut," ujar Kasat Reskrim Polres Toba AKP Nelson Sipahutar pada Selasa (5/10/2021).

"Ini sudah dalam proses penyidikan di Tipikor Polres Toba. Jadi, perkara tersebut dilaporkan pada 22 Oktober 2018, pengadaan sound system di bagian umum dan perlengkapan Kabupaten Toba Samosir  pada saat itu," sambungnya.

Selanjutnya, ia menjelaskan nilai kontrak dalam pengadaan barang tersebut. Ia menjelaskan bahwa adanya perlambatan penanganan yang disebabkan oleh Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) masih DPO pada waktu itu.

"Nilai kontraknya pada waktu itu Rp 943.930.000 tidak sampai Rp 1 Miliar. Itu untuk anggaran tahun 2014. Dan hambatan kenapa ini sampai lama penanganannya di penyidik, ini karena Kuasa Pengguna Anggaran inisial EPP sebagai Kabag Umum menghilang, atau tidak di tempat dan merupakan DPO Kejaksaan. Dan, kami juga berusaha mencari bersangkutan selama ini, namun tidak ketemu," sambungnya.

Namun, pada tahun 2020, KPA yang berinisial EPP tersebut telah diproses di kejaksaan dan kini sedang berada di rumah tahanan (rutan).

"Namun, pada tahun 2020,ditemukanlah ini EPP ini dan sudah dieksekusi sekarang oleh kejaksaan di rutan. Kami bergerak cepat melakukan penyelidikan ini dan sudah memeriksa EPP sebagai saksi," terangnya.

Ia menjelaskan bahwa ada 42 item yang telah disita pihak kepolisian dalam perkara tersebut. "Barang bukti ada 42 item sound system yang kami sudah lakukan penyitaan," ujarnya.

"Dan rencana tindak lanjut, penyidik akan menghitung kerugian keuangan negara atau PKKN. Kami berkoordinasi dengan auditor Inspektorat Kabupaten Toba," sambungnya.

Dengan demikian, dalam waktu dekat pihak kepolisian akan menetapkan tersangka dalam perkara tersebut.

"Dalam waktu dekat, kami surati ahli sound system. Terus, akan dilakukan gelar penetapan tersangka," pungkasnya.

(cr3/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved