Breaking News:

Setelah Warga Lapor Bobby Nasution, Kepling di Medan Tembung Kembalikan Uang Pungli, Koyak Banyak

Kepala lingkungan VI, Kelurahan Bantan, Kecamatan Medan Tembung diminta segera mengembalikan seluruh uang pungli dipungutnya.

Editor: jefrisusetio
Istimewa
Wali Kota Medan, Bobby Nasution Menegur Kepala Lingkungan (Kepling) yang Ketahuan Melakukan Pungli. 

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Kepala lingkungan VI, Kelurahan Bantan, Kecamatan Medan Tembung diminta segera mengembalikan seluruh uang pungli dipungutnya. Karena itu, Camat medan Tembung, A Barli Mulia menegaskan kepling akan mengembalikan uangnya. 

Seluruh pungutan liar itu untuk mengurus administrasi kependudukan seperti KTP Langsung ditindaklanjuti. Hanya berselang satu hari saja, kepling itu mengembalikan uang Rp 100 ribu sampai Rp 150 ribu. 

Dugaan pungli itu ketahuan saat Bobby Nasution meninjau Jalan Ampera  yang rusak beberapa waktu lalu, sejumlah warga datang mengadu. Mereka mengaku telah dipungli Kepling VI ketika mengurus KTP.

Sebagai imbalan pengurusan KTP yang dilakukan, warga mengaku dimintai uang sebesar Rp 100.000 hingga Rp 150.000. Oleh karenanya Bobby Nasution langsung minta agar Camat Medan Tembung segera menyelesaikan kasus pungli dan uang warga harus dikembalikan.

“Uang yang dipungli Kepling VI sudah dikembalikan kepada warga. Jumlah total warga yang dipungli sebenarnya 10 orang, bukan 40 orang setelah kita lakukan pendalaman. Sebenarnya yang 40 orang warga itu bukan dipungli, tapi mereka minta agar Kepling VI diganti dengan membuat surat pernyataan,” kata Barli saat ditemui di Kantor Camat Medan Tembung, Kamis (30/9) siang.

Sebelum pengaduan soal pungli ini mencuat, kata Barli, warga sebenarnya telah menyampaikan laporan secara tertulis. Dikatakannya, laporan warga langsung ditindaklanjuti dan Lurah Bantan telah memanggil Kepling VI. Namun saat itu, ungkapnya, Kepling VI membantah tuduhan warga dan bersikukuh tidak ada melakukan pungli.

“Saat Pak Wali meninjau Jalan Ampera yang rusak dan warga menyampaikan kembali soal pungli yang dilakukan Kepling VI, barulah yang bersangkutan mengakuinya. Setelah itu kami memberi peringatan kedua kepada yang bersangkutan,” jelasnya.

Selanjutnya, terkait 40 warga yang melaporkan adanya pungli, jelas Barli, tidak sepenuhnya mereka dipungli saat mengurus KTP dengan kepling VI. Sebab, mereka telah membuat surat pernyataan tidak mengurus KTP dan tidak pernah dipungli.  

“Yang 40 orang warga itu hanya minta pergantian kepling dengan membuat surat pernyataan. Sedangkan warga yang dipungli sebanyak 10 orang, mereka dimintai uang berkisar antara Rp 100.000 hingga Rp 150.000,” jelasnya.

Terkait dengan pungli yang dilakukan Kepling VI, Barli menjelaskan,  telah memberikan sanksi berupa peringatan kedua. “Kita tidak langsung main copot, sebab berdasarkan peraturan yang ada, jika yang bersangkutan diketahui melakukan pungli diberi  surat peringatan pertama.

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved