Cerita Seleb

Perkembangan Kasus CPNS Bodong Rp 9,7 Miliar yang Menjerat Anak Penyanyi Nia Daniaty

Kombes Pol Yusri Yunus menjawab soal perkembangan kasus dugaan penipuan CPNS oleh Olivia Nathania, anak penyanyi Nia Daniaty.

Editor: Abdi Tumanggor
Instagram @niadaniatynew
Nia Daniaty bersama putrinya Olivia Nathania dan suami 

TRIBUN-MEDAN.COM - Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus menjawab soal perkembangan kasus dugaan penipuan CPNS oleh Olivia Nathania, anak penyanyi Nia Daniaty.

Menurutnya, kasus itu sedang dikembangkan berkait ada atau tidaknya unsur penyuapan dalam perkara.

"Penyidik Polda Metro Jaya masih menyelidiki lebih dalam kasus itu," ujarnya, Selasa (5/10/2021).

Sejauh ini, kata Yusri, masih (proses) penyelidikan.

Penyelidikan adalah serangkaian tindakan penyelidik untuk mencari tahu terlebih dahulu bukti tindak pidaanya.

"Nanti kalau semua sudah lengkap, kita gelar perkara, itu yang saya katakan, dari penyelidikan (kalau) ditemukan unsur-unsur persangkaan, naiklah ke tingkat penyidikan," jelas Yusri.

Di sisi lain, polisi juga telah melakukan pengecekan ke Gedung Bidakara, Jakarta Selatan.

Tidak hanya itu, polisi juga meminta keterangan dari pengurus Gedung Bidakara terkait kasus tersebut.

Seperti diketahui, para korban diduga melaksanakan seleksi CPNS fiktif di Gedung Bidakara.

Bahkan, beberapa di antaranya juga mengikuti pelantikan CPNS bodong di gedung tersebut.

"Kita sudah cek langsung ke Gedung Bidakara dan diambil keterangan dari pengurus Gedung Bidakara," ujar Yusri.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus. (Tribunnews)

Selain CPNS, Olivia Nathania dan Suami Diduga Janjikan Orang Bisa Masuk TNI hingga Polri

Selain CPNS, Kombes Yusri  juga mengungkapkan, terlapor Olivia Nathania dan suaminya, Rafly Noviyanto Tilaar, diduga juga menjanjikan korban masuk ke TNI dan Polri.

"Ini laporan dari pengacara korban, bahwa orang ini (Olivia dan Rafly) bisa menjadikan mereka-mereka semua menjadi CPNS, anggota TNI, dan Polri," tutur Yusri.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved