Breaking News:

Kebakaran Hutan dan Lahan

Kebakaran Hutan di Merek Karo Sudah Mencapai 12 Hektare

Kebakaran hutan dan lahan yang melanda kawasan di Kecamatan Merek, Kabupaten Karo sudah mencapai 12 hektare

Penulis: Muhammad Nasrul | Editor: Array A Argus
HO
Tim pemadam Manggala Agni Sibolangit, melakukan pengecekan lokasi yang mengalami kebakaran di kawasan perbukitan Desa Kodon-kodon, Kecamatan Merek, Jumat (8/10/2021). (TRIBUN MEDAN/HO) 

TRIBUN-MEDAN.COM,KARO - Peristiwa kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di Desa Kodon-kodon, Kecamatan Merek, Kamis (7/10/2021) kemarin kini telah padam.

Setelah kurang lebih selama 12 jam tim Manggala Agni Sibolangit melakukan pemadaman, akhirnya api berhasil padam sekira pukul 11.30 WIB tadi.

"Api sudah padam, sejak kemarin kita lakukan pemadaman dan akhirnya tadi api benar-benar bisa padam sekira pukul 11.30 WIB," ujar Humas Manggala Agni Sibolangit Angfier Sinaga, Jumat (8/10/2021).

Baca juga: Kebakaran Hutan dan Lahan Kembali Terjadi di Merek, Api Belum Dapat Dipadamkan Hingga Malam

Ketika ditanya berapa luas lahan yang terdampak akibat Karhutla ini, dijelaskan Angfier jika pihaknya mencatat kurang lebih seluas 12 hektar lahan yang terbakar.

Luasnya lahan yang terbakar ini, disebabkan karena embusan angin yang cukup kencang sehingga membuat api semakin cepat menjalar.

"Ada sekitar 12 hektar yang terbakar, karena kondisi yang kering dan angin kencang sehingga lahan yang terbakar cukup luas," katanya.

Diketahui, beberapa hari terakhir sebagian besar wilayah Kabupaten Karo kondisi cuaca yang cukup panas.

Untuk itu, Karhutla ini diduga kembali terjadi karena faktor alam yang kering sehingga membuat api mudah menyala.

Baca juga: Kebakaran Hutan Gunung Sipiso-piso, Luas Lahan Terdampak 10 Hektare

Terlebih, ditambah hembusan angin yang kencang membuat api semakin cepat membesar dan luas areal lahan yang terbakar menjadi semakin besar.

Di masa musim panas seperti saat ini, tim Manggala Agni Sibolangit mengimbau kepada masyarakat di sekitar lokasi yang cukup kering agar tidak membuat aktivitas yang dapat menyebabkan Karhutla.

Seperti membuang puntung rokok sembarangan, membuka lahan dengan cara membakar, dan lainnya.(cr4/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved