Breaking News:

Satu Keluarga di Asahan Bisnis Narkoba, Pengendali Berada di Lapas

Satu keluarga yang ada di Kabupaten Asahan nekat melakoni bisnis narkoba. Pengendalinya ada di dalam lapas yang ada di Kabupaten Asahan

HO
Dua orang tersangka diperiksa penyidik Polres Asahan akibat kepemilikan sabu seberat 101,68 gram. 

TRIBUN-MEDAN.COM,ASAHAN - Aidil Irwan (26) dan Kiki Herlina (30) merupakan saudara sepupu.

Kedua warga Dusun V, Sei Apung Jaya, Kecamatan Tanjungbalai, Kabupaten Asahan ini akhirnya ditangkap Polres Asahan karena nekat berbisnis narkoba.

Dari keduanya, disita sabu seberat 101,68 gram.

Kanit II Sat Res Narkoba Polres Asahan, Ipda W Simanungkit mengatakan, penangkapan kedua tersangka merupakan pengembangan jaringan dari lembaga pemasyarakatan. 

Baca juga: Kodam II/Sriwijaya Buka Suara Soal Tentara Desersi Beking Pengedar Sabu yang Culik dan Siksa Warga

"Kami berhasil mengamankan dua orang pelaku yang diduga membawa sabu dengan berat 101,68 gram di Desa Sei Apung, Kecamatan Tanjungbalai, Kabupaten Asahan," kata Simanungkalit, Jumat(8/10/2021).

Dia mengatakan, kedua tersangka mendapatkan barang haram tersebut dari Tedi, abang kandung tersangka Aidil. 

"Pelaku mengaku mendapatkan barang haram tersebut dari seorang narapidana bernama Tedi yang saat ini masih menjalankan masa hukuman di Lapas Tanjunggusta Medan," ujarnya.

Tedi bertugas sebagai pengendali, yang memiliki seorang anak buah yang ditugaskan untuk mengantarkan barang haram tersebut ke Kiki dan Aidil.

Baca juga: Pengunjung Rutan Tanjungpura Selundupkan Sabu di Tapai, Gagal Masuk Keburu Ditangkap

"Jadi kedua orang tersangka dihubungi oleh Tedi yang berada di lapas untuk mengambil barang haram tersebut dari AH (DPO). Kemudian nanti akan diedarkan," ujarnya.

Dari pengakuan pelaku, barang haram tersebut nantinya akan diedarkan di seputaran Desa Sei Apung.

"Barang itu katanya cuma di sekitar wilayah situ saja didistribusikannya dengan upah Rp 5 juta bila berhasil menjualnya," katanya.

Ditanya terkait dengan Tedi dan AH (DPO), Simanungkalit mengaku masih mendalami dan akan mengungkap kasus tersebut.

"Kami sudah ke kediaman AH, namun tidak di temukan tersangka. Namun kami akan tetap memburu," ujarnya.

Akibat perbuatannya, kedua tersangka ini disangkakan dengan Pasal 114 ayat 2, sub Pasal 112 ayat 2 jo pasal Pasal 132 ayat 1 UU no 35 tahun 2009 tentang Narkotika. 

"Dengan ancaman penjara seumur hidup," pungkasnya.(cr2/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved