Breaking News:

Ayam dan Entok Peliharaan Warga Tanjungmorawa Mati Mendadak

Unggas ternak warga di Desa Dalu X B, Kecamatan Tanjungmorawa Kabupaten Deliserdang, banyak mati dalam sepuluh hari terakhir.

Penulis: Indra Gunawan | Editor: Liston Damanik
TRIBUN MEDAN/HO
Ilustrasi ayam mati. 

TRIBUN-MEDAN.com, DELISERDANG - Unggas ternak warga di Desa Dalu X B, Kecamatan Tanjungmorawa Kabupaten Deliserdang, banyak mati dalam sepuluh hari terakhir.

Warga setempat, Purwadi, mengatakan, sekitar dua puluh ekor entok dan enam ekornya mati dalam waktu singkat.

"Sudah habis semua peliharaanku. Bukan punyaku saja yang mati. Punya tetangga juga bermatian," ucapnya, Sabtu, (9/10/2021).

Purwadi mengatakan, unggas mati mendadak.  

"Saya enggak tahu apakah karena cuaca atau karena flu burung. Kalau cuaca, yang kulihat kayanya biasa saja. Pagi sehat, baru kemudian sorenya mati," katanya. 

Beberapa warga menyebut saat dilihat dengan teliti unggas yang mati seperti ada mengeluarkan cairan putih di bagian mulutnya. 

Sebelum mati, unggas tidak mau makan. Kemudian, unggas lebih banyak berdiam seperti sedang kedingingan. 

Warga pun meminta agar Dinas Pertanian Deliserdang turun tangan agar kondisi ini tidak meluas.

Kabid Peternakan Dinas Pertanian Deliserdang, Refli, mengaku akan segera mengerahkan petugas ke lapangan untuk memeriksa.

"Tolong alamatnya ya! Hari Senin bisa nanti kami lihat. Kalau ada bangkainya, nanti bisa kami bawa ke lab untuk memastikan penyakit apa. Ya, bisa saja flu burung," ucap Refli.

"Kalau nanti misalnya flu burung, kami akan anjurkan supaya ayam yang dipelihara itu dikurung dulu supaya jangan menyebar," katanya. (dra/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved