Breaking News:

IMAT Medan Lantik Rektor dan Gelar PKKMB, Hadir Realisasikan Mimpi Mahasiswa Jadi Archipreneur

Visi IMAT adalah menjadi perguruan tinggi berstandar internasional bagi calon mahasiswa dalam maupun luar negeri.

TRIBUN MEDAN/HO
REKTOR, Ketua Yayasan, dosen dan mahasiswa menghadiri kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Institut Modern Arsitektur dan Teknologi (IMAT) di kampus IMAT, Kompleks Cemara Asri Medan, Sabtu (2/10/2021). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Institut Modern Arsitektur dan Teknologi (IMAT) Medan menyelenggarakan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) di kampus IMAT, Kompleks Cemara Asri Medan, Sabtu (2/10/2021). Kegiatan PKKMB juga dirangkaikan dengan pelantikan Rektor I.MAT periode 2021-2026, Roslilawati. Kegiatan ini dihadiri pihak LLDIKTI, Yayasan Generasi Inovatif Indonesia, dosen, staf, dan dua arsitek asing asal Austria dan Norwegia, Gilberth dan Erick.

Rektor IMAT, Roslilawati pada sambutan pembukaan PKKMB mengucapkan selamat datang kepada seluruh mahasiswa baru IMAT yang menempuh studi di tiga jurusan yakni Arsitektur, Perencanaan Wilayah dan Kota, dan Bisnis Digital. Dikatakan Roslilawati, mahasiswa akan segera memulai sebuah perjalanan akademik sebagai sebuah proses pembelajaran, yang dipandu dan disupervisi oleh dosen-dosen dan didukung tenaga kependidikan IMAT.

“Selamat mengisi hari-hari produktif untuk menjadi insan dewasa yang sebaik-baiknya, yaitu menjadi insan yang paling bermanfaat bagi orang lain. Saya juga menganjurkan kepada seluruh mahasiswa maupun tim akademisi untuk tetap menerapkan protokol kesehatan 3M ketika proses pembelajaran berlangsung di mana pun dan kapan pun,” kata Roslilawati.

Roslilawati menegaskan kebijakan Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM) yang dicanangkan Kemdikbud Ristek akan diterapkan di kampus IMAT.

“Kebijakan ini menekan pentingnya ‘perluasan kebebasan’ bagi mahasiswa, selama menempuh proses pembelajaran di kampus. Perluasan kebebasan ini mencakup: perluasan pembelajaran dengan cara mengambil sejumlah mata kuliah di luar bidang studi utama dan perluasaan interaksi dengan berbagai pihak baik di dalam maupun di luar kampus,” kata Roslilawati.

Ketua Yayasan Generasi Inovatif Indonesia, Ar. Tony, S.T, HDII, dalam sambutannya mengharapkan para mahasiswa mampu mengikuti proses pembelajaran dengan baik dan merasa nyaman kuliah di kampus IMAT. Dikatakannya, IMAT hadir untuk merealisasikan mimpi para mahasiswa untuk menjadi seorang  archipreneur.

“Walaupun kampus ini masih baru, kita percaya para lulusan nantinya bisa menjadi enterpreneur yang berhasil membangun usahanya sendiri sesuai dengan visi dan misi yang dibangun IMAT” katanya.

Tony menyebutkan, visi IMAT adalah menjadi perguruan tinggi berstandar internasional bagi calon mahasiswa dalam maupun luar negeri dengan metode belajar yang praktis dan efisien. Metode ini didukung teknologi terkini sehingga kepribadian yang memiliki identitas yang berkonsep, berkarakter, berdimensi dan berfilosofi.

Baca juga: Stasiun Kereta Api Binjai, Gedung Bersejarah yang Tetap Pertahankan Arsitektur Bangunan

Sedangkan misinya menyelenggarakan dan mengembangkan pendidikan berstandar internasional di bidang Arsitektur, Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) dan Bisnis Digital dengan fokus pada aplikasi di bidang industri kreatif, teknik dan entrepreneur (start-up), menyediakan dosen-dosen dan praktisi profesional yang didukung kurikulum yang berkualitas untuk mendidik mahasiswa mendapat prestasi, siap bersaing di era global dan memiliki mental entrepreneurship. Misi berikutnya adalah menyediakan teknologi terkini serta fasilitas pembelajaran yang nyaman bagi mahasiswa.

Sementara itu, Ketua LLDIKTI Wilayah I Sumatera Utara, Ibnu Hajar dalam sambutan pelantikannya mengharapkan rektor IMAT, Roslilawati menjalankan poin penting seorang rektor yakni memiliki leadership yang baik dan mampu menjalankan fungsi manajerial yang tampak dalam leadership.

“Sebagai pemimpin, saya harap rektor mampu memfungsikan dan memberdayakan orang lain dengan tepat sesuai dengan tanggung jawabnya,” kata Ibnu yang hadir secara virtual.

Ibnu juga berharap rektor IMAT mampu memfungsikan orang lain dengan tepat sesuai dengan posisinya serta memiliki seni memberdayakan orang lain sesuai dengan kemampuannya berdasarkan fungsi manajerial.

Menurutnya seorang rektor harus mampu melakukan perencanaan dengan baik, mendistribusikannnya kepada jajaran staff, mampu menggerakkan orang lain agar bekerja sesuai dengan tanggung jawab mereka, dan mampu melakukan supervisi kepada jajaran staff sehingga visi dan misi menjadi kampus yang unggul dapat terwujud.

“Sebagai mitra LLDIKTI, mari sama-sama kita mengaawal pendidikan yang bermutu. Salah satu kekuatan sebuah yayasan adalah dilihat dari rapinya, rapatnya, dan solidnya sebuah yayasan. Yayasan sangat perlu mendukung rektor dalam menjalankan tugasnya,” pungkas Ibnu.(cr5/Tribun-Medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved