Breaking News:

TERSANGKA Pembunuh Guru di Indekos Terungkap, Ini Motif Pelaku hingga Nekat Bunuh Korban

Reskrim Polsek Delitua berhasil ungkap kasus penemuan mayat yang berada di dalam kamar indekos pada Jumat (3/9/2021) lalu.

TRIBUN MEDAN/FADLI
Polisi amankan pelaku pembunuhan guru sekolah, Sabtu (9/10/2021). 

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Reskrim Polsek Delitua berhasil ungkap kasus penemuan mayat yang berada di dalam kamar indekos pada Jumat (3/9/2021) lalu.

Dari keterangan yang dihimpun, kasus ini ini berhasil diungkap setelah pihak kepolisian melakukan olah TKP dan melakukan pemeriksaan beberapa saksi.

Kapolsek Delitua AKP Zulkifli mengatakan, awalnya penemuan mayat ini diketahui saat korban tidak bekerja dalam beberapa hari belakangan.

Rekan kerja korban kemudian mengecek ke indekos yang dihuni korban dan melihat yang bersangkutan.

"Namun setibanya rekan kerja korban di indekos tidak ada tampak korban yakni Muhammad Ilyas (32). Namun terdapat aroma menyengat hingga kecurigaan muncul," ujarnya.

Alhasil pemilik kos dan kepala lingkungan III, Jalan Eka Warni, Kelurahan Gedung Johor Kecamatan Medan Johor membongkar paksa pintu indekos yang dihuni korban.

Setelah dibuka, lanjut Kapolsek korban ditemukan tewas dengan kondisi bersimbah darah dan mayat mulai busuk.

"Korban sendiri merupakan seorang guru. Setelah pihak kepala lingkungan melaporkan adanya penemuan mayat, kami melakukan olah TKP," bebernya, Sabtu (9/10/2021).

Masih dikatakan AKP Zulkifli, pihaknya yang melakukan penyelidikan menemukan fakta bahwa korban dibunuh.

"Dari sejumlah rangkaian penyelidikan bahwa Muhammad Ilyas diduga kuat korban pembunuhan. Dan kami berhasil mengantongi identitas pelaku yang merupakan temannya sendiri," ungkapnya.

Lanjut Zulkifli, pelaku yakni Khamarul Fattah berhasil diketahui keberadaannya di Jalan Brigjen Katamso Gang Nasional Kelurahan Sei Mari.

"Petugas kami langsung ke lokasi dan melakukan penangkapan. Dari hasil interogasi, pelaku mengakui telah membunuh korban dengan menggunakan martil yang dipukulkannya ke kepala Ilyas," sebutnya.

Tak hanya itu, pelaku juga menyebutkan insiden itu terjadi saat dirinya tidur di kamar indekos korban dikarenakan habis membantu membersihkan kamar kos yang baru ditempati.

Pelaku yang lelah kemudian tertidur di dalam indekos korban hingga dirinya menyadari bahwa celananya sudah diturunkan dan posisi korban sudah menindihnya.

"Saat itu tersangka terbangun dan terkejut melihat korban sudah menindih dan sudah menurunkan celana dan pakaian dalamnya. Tersangka hendak disodomi oleh korban. Dan karena tidak terima, tersangka yang melihat martil kemudian memukulnya ke korban hingga terjatuh dan meninggal dunia," ujar AKP Zulkifli.

Pascakejadian, tersangka mengambil hp dan sepeda motor korban dan keluar melalui jendela.

"Untuk barang bukti berupa martil, tersangka membuangnya ke sungai. Saat pengembangan kasus untuk mencari barang bukti, tersangka berusaha melarikan diri hingga diambil tindakan tegas terukur dengan menembak di bagian kakinya," kata Kapolsek.

Hingga kini pihak kepolisian masih mendalami kasus pembunuhan tersebut. Sementara tersangka telah diamankan petugas di Mapolsek Delitua.

Guru SD Darul Murni Tewas Dibantai, Polisi Kantongi Identitas Pelaku

Kematian guru SD Darul Murni bernama Muhammad Ilyas mulai menemukan titik terang.

Saat ini, polisi mengaku sudah mengantongi identitas pelaku yang menghabisi korban di kamar kosnya Jalan Eka Warni, Lingkungan III Gedung Johor, Kecamatan Medan Johor.

"Pelakunya masih dilidik. Namun sudah dikantongi (identitas) dugaan pelaku," kata Kapolsek Delitua, AKP Zulkifli Harahap, Selasa (14/9/2021).

Disinggung lebih lanjut soal pelaku ini, Zulkifli enggan menjelaskannya lebih lanjut.

Dia cuma bilang bahwa pihaknya terus menggali keterangan sejumlah saksi, termasuk berupaya mencari rekaman CCTV yang ada sekitar lokasi kejadian. 

Diketahui, Muhammad Ilyas ditemukan tewas di kamar kosannya, pada Jumat (3/9/2021) lalu.

Saat ditemukan, kondisi jenazah korban terlungkup di kamarnya.

Bagian kepala korban disebut pecah diduga dihantam benda tumpul.

Sebelum tewas, sempat ada seorang pria paruh baya menemui korban.

Alasan pria itu hendak mengembalikan e-KTP milik korban yang ditemukan di kawasan Jalan Sisingamangaraja Medan.

(*/Tribun Medan)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved