Breaking News:

Bocah Minum Bensin dan Makan Beling Dibawa ke Medan, Ternyata Pernah Dibakar Temannya

Bocah peminum bensin di Kota Tanjungbalai dibawa ke Kota Medan untuk menjalani pemeriksaan medis yang lebih intensif

Editor: Array A Argus
TRIBUN MEDAN/ALIF
Muhammad Aryadi Sebastian(11) bocah asal Kota Tanjungbalai kecanduan Pertalite dan Premium 

TRIBUN-MEDAN.COM,MEDAN- Muhammad Aryadi Sebastian, bocah minum bensin asal Kota Tanjungbalai kini dibawa ke Kota Medan untuk menjalani perawatan dan pengobatan.

Menurut Komandan Pangkalan Angkatan Laut Tanjungbalai Asahan (Danlanal TBA) Letkol Laut (P) Robinson Hendrik Etwiory, Muhammad Aryadi Sebastian dibawa ke psikiater guna dicek kondisi mental dan kejiwaannya. 

"Sebenarnya anak ini ada gangguan di jiwanya, sehingga kami bekerja sama dengan kementerian sosial untuk dibawa ke Medan guna dilakukan rehabilitasi," kata Robinson, Sabtu(9/10/2021).

Dia mengatakan, rehabilitasi akan dilakukan dalam waktu dua sampai tiga minggu kedepan.

Selama rehabilitasi, Muhammad Aryadi Sebastian akan diobservasi secara rutin. 

"Kita mau dia ini kembali normal tidak meminum ataupun ketergantungan terhadap bensin lagi. Sehingga untuk orang tuanya kami meminta bersabar sejenak demi kesehatan Arya," katanya.

Sementara itu, dokter dari Lanal TBA, Letda (K) dr Karunia mengatakan, Arya mengalami trauma pada fisiknya.

Baca juga: Anak Buah Kapolda Sumut Jual Sabu Hasil Tangkapan, 11 Bakal Dipecat, Satu Belum Jelas

Dari hasil pemeriksaan medis, ada bekas luka bakar dan pukulan di tubuh korban.

Penjelasan dokter ini sejalan dengan pengakuan ibu korban bernama Uci.

Saat itu, Uci mengatakan bahwa anaknya pernah dibakar oleh teman-temannya.

Bahkan, sang anak pernah dipaksa meminum air kencing teman-teman sepermainannya. 

"Saat pertama kali kami tangani, anak ini terdapat luka memar pada bibirnya. Dari pengakuannya, saat itu anak ini sempat hilang, dan dipukul orang karena mencuri bensin dari sepeda motor," jelas Kurnia.

Baca juga: Jaksa Beberkan 11 Bintara Sampai Perwira Polres Tanjungbalai Kompak Jual Sabu Hasil Tangkapan

Selain itu, Arya kerap mengeluhkan sakit perut yang merupakan efek dari kebiasaannya mengonsumsi bensin.

"Kalau screening belum kami lakukan, maka dari itu Arya dirujuk ke Medan untuk mendapatkan penanganan yang lebih baik," pungkasnya.

Dari pengakuan ibu Arya, anaknya mengonsumsi bensin sudah hampir lima tahun lamanya.

Bukan cuma mengonsumsi bensin saja, sang anak pernah kedapatan mengunyah beling dan paku.(tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved