23 Mantan Napi Teroris Poso Berikrar Setia pada NKRI, Sisanya Diminta Menyerah Bila Tidak Dipelor

23 mantan napi teroris di Poso mengucapo ikrar setia pada NKRI. Kapolda Sulteng Irjen Rudy Sufahriadi meminta sisanya menyerah

Editor: Array A Argus
HO
23 napiter di Poso saat bacakan sumpah setia pada NKRI 

TRIBUN-MEDAN.COM,- Puluhan napi teroris (napiter) di Poso membacakan ikrar setia pada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Adapun pembacaan ikrar ini diikuti oleh 23 napiter di Iyato Beach Poso, Sulawesi Tengah, Senin (11/10/2021).

Pada kesempatan ini, Kapolda Sulawesi Tengah Irjen Polisi Rudy Sufahriadi turut hadir.

Tema yang diusung dalam kegiatan ini merajut persatuan dalam bingkai NKRI.

Selain Irjen Rudy, acara ini dihadiri oleh pejabat satuan tugas operasi Madago Raya dan juga eks napiter yang ada di Kabupaten Poso.

Baca juga: Hasil Pengakuan Napi Teroris, Densus 88 Temukan 35 Kg Bahan Peledak di Kaki Gunung Cermai

Mereka membacakan ikrar setia NKRI di bawah kibaran bendera merah putih.

Mantan napiter Supriadi alias Upik Pagar memimpin pembacaan ikrar yang disaksikan oleh Kapolda Sulteng dan pejabat operasi Madago Raya.

Usai pembacaan ikrar setia itu, pihak kepolisian berharap seluruh eks napiter bisa kembali ke jalan yang lurus.

"Hari ini kita semua sudah mendengar ikrar dari teman teman kita mantan napiter. Mereka sudah kembali ke jalan yang lurus, mereka sudah pernah mendapatkan hukuman semuanya, mereka sudah bisa berkarya dan berbakti buat masyarakat Poso, buat masyarakat Sulawesi Tengah dan buat bangsa Indonesia," kata Rudy.

Rudy mengaku bersyukur eks napiter telah menerima kembali ke pangkuan NKRI. Termasuk, mereka menolak berbagai bentuk intoleransi yang terjadi di Poso.

Baca juga: Detik-Detik Penangkapan Oknum ASN Pemasok Senjata dan Amunisi ke Kelompok Teroris KKB

"Kita semua bersyukur mereka sudah berada di jalan yang benar dan mereka menolak intoleransi yang selama ini kita pahami semua ada disini. Untuk itu, sekali lagi mari sama-sama kita jaga kebhinekaan,"

"Kita jaga masyarakat di Poso, masyarakat Sulawesi Tengah dan masyarakat Indonesia. Semoga apa yang kita lakukan bisa menjadi contoh kepada teman teman yang lain," ujarnya.

Berikut ikrar setia yang dibacakan eks napiter:

Dengan nama Allah yang maha pengasih dan penyayang kami berikrar.

Satu, setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang Undang Dasar 1945

Dua, patuh dan taat kepada hukum dan peraturan perundang undangan yang berlaku.

Tiga, menolak untuk terlibat dalam kegiatan dan paham-paham yang bertentangan dengan Pancasila dan Undang Undang Dasar 1945

Empat, Bersama-sama dengan masyarakat dan pemerintah untuk membangun Poso yang aman, damai dan sejahtera, semoga Allah meridhoi usaha dan janji kita.

"Allahu Akbar," demikian teriakan serentak para mantan napiter menutup ikrar kesetiaan kepada NKRI.

Ancam Muntahkan Peluru

Kapolda Sulawesi Tengah Irjen Polisi Rudy Sufahriadi meminta empat buronan teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Poso untuk menyerahkan diri ke Satgas Madago Raya.

Rudy menyebutkan imbauan ini agar tidak ada lagi korban jiwa lantaran bentrokan antara MIT Poso dengan aparat TNI-Polri.

"Saya menunggu. Mudah-mudahan mereka mau menyerahkan diri. Kalau memang tidak harus ada peluru yang keluar di Poso, kenapa tidak? silakan kalau mau menyerahkan diri kita tunggu," kata Rudy saat menghadiri ikrar setia 23 eks napiter kepada NKRI di Iyato Beach Poso, Sulawesi Tengah pada Senin (11/10/2021).

Baca juga: VIRAL VIDEO : Mencekam, Satgas Belukar Kembali Baku Tembak Dengan Teroris KKB di Papua

Rudy menyampaikan pihaknya telah memetakan lokasi yang diduga menjadi persembunyian 4 teroris MIT Poso yang masih buron.

Setidaknya ada 3 kabupaten yang menjadi lokasi pencarian aparat yaitu Kabupaten Sigi, Parimo dan Poso.

"Kita berusaha memetakan mereka ada dimana, tetapi kita juga berupaya melakukan pengejaran, tapi kalau mereka bisa berkomunikasi untuk menyerahkan diri. Kita akan menunggu. Kita siap. Operasi ini harus tetap berjalan karena dia menjaga masyarakat yang ads di sekitar TKP mereka," ungkapnya.

Di sisi lain, pihaknya juga berjaga di lokasi yang biasa menjadi aktivitas masyarakat.

Hal itu untuk mencegah adanya kejadian penyerangan terhadap warga terulang kembali.

Baca juga: Mayjen TNI Richard Tampubolon Pimpin Pasukan Koopsgabsus Tricakti TNI di Poso, Sudah 7 Teroris Tewas

"Operasi ini harus berlangsung terus. Karena kan mereka tidak tahu dimana berbuat mencari masyarakat yang lemah dan kita menjaga dan kita sekat terus di tempat-tempat masyarakat beraktivitas di sekitar mereka melarikan diri," jelasnya.

"Jadi tetap kita yang utama mengimbau mereka untuk menyerah, kalau enggak kita akan tetap mencari mereka sampai ketemu," tutupnya.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Ketika 23 Mantan Narapidana Terorisme Poso Berikrar Setia kepada NKRI, Janji Ikut Membangun Poso

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Kapolda Sulteng Imbau Buronan MIT Menyerah: Kalau Tidak Harus Ada Peluru Yang Keluar, Kenapa Tidak?

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved